Menakar Prospek Emiten yang Pendapatan di Atas Rp 100 Triliun dan Rekomendasi Analis



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Sejumlah emiten telah merilis laporan keuangan tahun 2022. Hasilnya, ada sejumlah emiten yang membukukan pendapatan fantastis yakni di atas Rp 100 triliun.

Konglomerasi Grup Astra, PT Astra International Tbk (ASII) menjadi emiten dengan pendapatan tertinggi sejauh ini. Tahun lalu, ASII mencatatkan pendapatan bersih meningkat 29,1% menjadi Rp 301,37 triliun. 

Kenaikan laba ini merefleksikan peningkatan kinerja dari hampir seluruh divisi bisnis Grup Astra, terutama bisnis alat berat dan pertambangan, otomotif serta jasa keuangan.


Anak usaha ASII, yakni PT United Tractors Tbk (UNTR) juga masuk ke jajaran emiten dengan penghasilan di atas Rp 100 triliun. Penjual alat berat Komatsu ini membukukan pendapatan senilai Rp 123,60 triliun, naik 55,5% dari pendapatan di periode 2021 sebesar Rp 79,46 triliun.

Baca Juga: Rekomendasi Saham Pilihan dan Arah IHSG di Tengah Pekan FOMC The Fed

Mayoritas lini bisnis UNTR yang berkaitan dengan komoditas mengalami pertumbuhan. Misalnya pendapatan unit usaha mesin konstruksi naik sebesar 60% menjadi Rp 36,5 triliun dibandingkan Rp 22,8 triliun pada tahun 2021.

 
ASII Chart by TradingView

Unit usaha UNTR di bidang kontraktor penambangan yang dijalankan oleh PT Pamapersada Nusantara membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 47,4 triliun naik sebesar 43% dibandingkan tahun 2021.

Emiten perbankan juga masuk ke dalam jajaran perusahaan dengan pendapatan di atas Rp 100 triliun. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) misalnya, membukukan total pendapatan Rp 188,93 triliun. Jumlah ini naik 6,5% dari pendapatan di periode 2021 yang sebesar Rp 177,24 triliun.

Selain BBRI, ada juga PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang membukukan pendapatan Rp 142,01 triliun, naik 12,7% dari pendapatan di 2021 sebesar Rp 125,96 triliun.

Konglomerasi Saratoga yakni PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) juga masuk jajaran emiten yang membukukan pendapatan di atas Rp 100 triliun. Emiten milik Garibaldi Thohir ini mencatat kenaikan 103% pendapatan secara tahunan dari semula US$ 3,99 miliar menjadi US$ 8,10 miliar atau setara Rp 123,80 triliun.

Baca Juga: Cek Saham yang Banyak Dijual Asing Ketika IHSG Melesat Kemarin

Head of Business Development FAC Sekuritas Indonesia Kenji Putera Tjahaja menilai, kinerja emiten-emiten yang membukukan laporan keuangan baik pada 2022  diharapkan akan berlanjut di kuartal pertama 2023. Menurut dia, sentimen efek negatif dari issue kolapsnya tiga bank di Amerika Serikat (AS) terhadap perbankan hanya bersifat sementara.

Pun kinerja emiten konglomerasi batubara diperkirakan masih akan bertumbuh seiring masih adanya permintaan energi dari Eropa dan juga regional, seperti China dan India. “Namun memang tidak akan seagresif tahun 2022 pertumbuhannya dikarenakan secara harga komoditas pun sudah terkoreksi wajar,”kata Kenji kepada Kontan.co.id, Jumat.

Editor: Noverius Laoli