Menanti kepastian Brexit, GBP/JPY berpotensi menguat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nyaris buntu, pasar tengah menunggu perkembangan rencana Inggris keluar dari Uni Eropa (UE) atau Brexit. Sementara itu, pergerakan GBP/JPY cenderung tertekan, akibat poundsterling takluk di hadapan yen Jepang.

Mengutip Bloomberg, pergerakan GBP/JPY tercatat koreksi sebanyak 0,36% ke level 143,78 pada perdagangan Kamis (23/1). Analis Finnex Berjangka Nanang Wahyudin memprediksi penguatan yen masih akan berlanjut pada perdagangan Jumat (24/1).

Baca Juga: Rupiah terus menguat terhadap dolar AS, ini penjelasan Gubernur BI


Apalagi, pergerakan poundsterling cenderung tertekan, khususnya di tengah pasang surut spekulasi menjelang keputusan Bank Sentral Inggris (BoE). Pasar juga tengah menunggu kemampuan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk mengakhiri kebuntuan Brexit dengan memenangkan dukungan untuk Brexit Withdrawal Agreement Bill (WAB).

Rancangan undang-undang (RUU) yang dibahas di parlemen Inggris diharapkan bisa mendapatkan pengesahan dari Ratu Elizabeth II dalam waktu dekat. "Meski begitu, risiko hard Brexit masih membayangi karena perbedaan arah negosiasi antara Inggris dan Uni Eropa dalam masa transisi," ujarnya.

Uni Eropa menegaskan bahwa pembicaraan perdagangan akan dimulai pada Februari, menyusul spekulasi bahwa akan ada penundaan lebih lanjut hingga Maret 2020.

"Yen berhasil menguat perdagangan hari ini dan diperkirakan besok berlanjut, akibat kecemasan pelaku pasar akan penyebaran virus corona," ujar Nanang kepada Kontan, Kamis (23/1).

Baca Juga: Brexit kian dekat, GBP/USD masih tertekan

Nanang menjelaskan, penyebaran virus Corona kembali membuat sentimen pelaku pasar memburuk, yang tercermin dari melemahnya bursa utama Asia hari ini. Alhasil, JPY selaku safe haven menjadi pilihan investasi pelaku pasar saat ini, khususnya di tengah kondisi pasar yang sedang memburuk dan cenderung menghindari aset-aset berisiko dengan imbal hasil tinggi.

Sebaliknya, ketika sentimen pelaku pasar kembali membaik, yen menjadi tidak menarik. Sedangkan pilihan safe haven lainnya seperti dollar AS juga takluk di bawah JPY, mengingat Jepang memiliki surplus current account yang besar sehingga memberikan jaminan stabilitas bagi mata uangnya.

Editor: Tendi Mahadi