Menanti ranjang kosong RS, 6 warga Korea Selatan dengan Covid-19 meninggal



KONTAN.CO.ID - SEOUL. Enam orang yang terinfeksi Covid-19 meninggal dunia di Korea Selatan bulan ini ketika menunggu tempat tidur rumah sakit. Sementara itu, ratusan warga lainnya tidak dapat dirawat karena lonjakan infeksi virus korona membebani sistem kesehatan.

Reuters melaporkan, Korea Selatan mencatatkan 1.062 kasus virus corona baru pada hari Jumat, penghitungan harian tertinggi kedua yang pernah ada. Data dari Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) menunjukkan, jumlah kasus harian berada di atas 1.000 dalam tiga hari berturut-turut untuk pertama kalinya.

Maraknya kasus baru telah mengguncang negara yang selama berbulan-bulan dianggap sebagai kisah sukses mitigasi. Tetapi meskipun penghitungan totalnya meningkat menjadi 47.515 infeksi, Korea Selatan hanya mencatatkan sekitar 650 kematian.


Salah satu dari mereka yang meninggal saat menunggu ranjang rumah sakit berada di rumah di ibu kota, Seoul, setelah dinyatakan positif pada hari Sabtu. Sementara, tiga lainnya berada di panti jompo di provinsi Gyeonggi.

Baca Juga: Jadi episentrum baru, infeksi virus corona harian di Seoul tembus 400

Kantor berita Yonhap melaporkan dua kematian serupa lainnya pada bulan Desember tetapi tidak memberikan rincian segera.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang terdalam dan merasa sangat bertanggung jawab," jelas Park Yoo-mi, seorang petugas karantina untuk pemerintah Seoul mengatakan dalam sebuah pengarahan.

Dia menambahkan, "Tim tanggapan di tempat di wilayah metropolitan Seoul telah mengalami kesulitan dalam mengalokasikan tempat tidur karena peningkatan tajam dalam kasus yang dikonfirmasi dan kelebihan beban dalam sistem administrasi dan medis sejak awal Desember.”

Baca Juga: Kasus Covid-19 harian di Korea Selatan di atas 1.000 dalam dua hari berturut-turut

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie