Mencekam, virus corona kian menyebar di sejumlah negara bagian Amerika



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Kasus virus corona baru dan jumlah pasien yang harus dirawat inap di rumah sakit Amerika semakin melonjak. Kondisi ini terjadi seiring keputusan pemerintah negara bagian yang membuka penguncian untuk mendorong kembali perekonomian. 

Banyak negara bagian AS melaporkan lonjakan kasus infeksi corona. Melansir Reuters, Alabama melaporkan rekor jumlah kasus baru untuk hari keempat berturut-turut pada Minggu (14/6/2020). Sementara, Alaska, Arizona, Arkansas, California, Florida, North Carolina, Oklahoma dan South Carolina semuanya memiliki jumlah kasus baru dalam tiga hari terakhir.

Sejumlah pejabat kesehatan negara bagian mengaitkan kenaikan tersebut dengan pertemuan selama liburan akhir pekan dalam rangka Memorial Day pada akhir Mei lalu.


Baca Juga: Aksi membangkang kaum muda New York, berjemur telanjang tanpa masker di Central Park

Di Louisiana, yang merupakan salah satu titik panas virus sebelumnya, kasus baru kembali meningkat dengan lebih dari 1.200 kasus. Angka ini merupakan yang terbesar di wilayah itu sejak 21 Mei.

Secara nasional, ada lebih dari 25.000 kasus baru dilaporkan pada hari Sabtu, penghitungan tertinggi untuk hari Sabtu sejak 2 Mei. Sebagian karena peningkatan yang signifikan dalam pengujian selama enam minggu terakhir.

Baca Juga: Sembuh dari Covid-19, lansia 70 tahun terkejut dapat tagihan pengobatan Rp 15 miliar

Arkansas, North Carolina, Texas dan Utah semua memiliki catatan kenaikan jumlah pasien yang masuk rumah sakit pada hari Sabtu. Di South Carolina, 69% hingga 77% tempat tidur rumah sakit ditempati, tergantung pada wilayahnya.

Sementara itu, Gubernur Utah mengumumkan pada minggu lalu bahwa sebagian besar kabupaten di sana akan menghentikan sementara pembukaan kembali wilayah mereka. Namun, sebagian besar negara bagian tidak mempertimbangkan penutupan kedua karena mereka menghadapi kekurangan anggaran dan tingkat pengangguran dua digit. Pada akhirnya, banyak negara bagian yang melanjutkan pembukaan kembali sebelum memenuhi pedoman pemerintah pusat. 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie