Menerka arah rupiah di tengah ekspektasi penurunan suku bunga The Fed



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan suku bunga acuan AS pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) tengah pekan nanti hampir pasti terjadi. Sentimen ini pun dapat mempengaruhi arah pergerakan rupiah dalam beberapa waktu ke depan.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede berpendapat, The Federal Reserves sebenarnya belum tentu akan memangkas suku bunga acuan secara agresif hingga 50 bps dalam waktu dekat.

Baca Juga: Kurs rupiah terkoreksi di tengah penantian agenda FOMC


“Pekan lalu sejumlah pejabat The Fed juga sudah berkomentar bahwa pemangkasan suku bunga hingga 50 bps sulit terjadi jika merujuk pada kondisi ekonomi AS terkini,” terang dia, hari ini.

Terlepas dari itu, rupiah akan tetap merasakan efek dari penurunan suku bunga acuan AS.

Belum cukup, perkembangan negosiasi dagang antara AS dan China juga akan mempengaruhi rupiah dalam beberapa waktu ke depan. Beberapa waktu lalu, Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan akan menunda kenaikan tarif impor terhadap produk China.

Baca Juga: Rupiah ditutup melemah di level Rp 14.020 per dolar AS

“Namun, ini baru sebatas komentar dan pasar masih butuh kepastian, sehingga kondisi sekarang masih wait and see,” kata Josua.

Editor: Noverius Laoli