Mengenal 4 tipe gangguan bipolar



KONTAN.CO.ID -  Jakarta. Bipolar adalah kondisi kesehatan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrem, yang meliputi sangat bahagia (mania atau hipomania) menjadi sangat sedih (depresi).

Dirangkum dari Mayo Clinic, ketika penderita gangguan bipolar merasa sedih (depresi), ia mungkin merasa putus asa dan kehilangan minat dalam sebagian besar aktivitas. 

Sementara ketika suasana hati berubah menjadi sangat bahagia (mania atau hipomania), ia mungkin merasakan euforia, energi berlebih, sangat mudah tersinggung, merasa tidak perlu tidur, serta pikiran terus berpacu. 


Mania dan hipomania adalah dua jenis episode yang berbeda, tetapi memiliki gejala yang sama. Mania lebih parah daripada hipomania dan menyebabkan masalah yang lebih nyata di kehidupan sehari-hari dan menjalin hubungan.

Baca Juga: Apa itu bipolar dan ciri-cirinya? Simak penjelasannya di sini

Mania juga dapat memicu psikosis atau gangguan mental yang ditandai dengan diskoneksi dari kenyataan. Kondisi ini memerlukan rawat inap.

Sedangkan episode depresi adalah ciri-ciri gangguan bipolar yang cukup parah yakni suasana hati yang tertekan, perasaan sedih, hampa, putus asa, menangis, kehilangan minat pada hampir semua aktivitas, kelelahan, bahkan ingin bunuh diri.  

Perubahan suasana hati ini dapat memengaruhi tidur, aktivitas, perilaku, dan kemampuan untuk dapat berpikir jernih. Perubahan suasana hati dapat terjadi jarang atau beberapa kali dalam setahun.

Seringkali di antara perubahan keduanya, penderita bipolar tetap mengalami kondisi suasana hati yang normal. Dalam kebanyakan kasus, gangguan bipolar diobati dengan obat-obatan dan konseling psikologis (psikoterapi).

Baca Juga: Inilah 10 penyebab asam lambung naik yang umum terjadi