Mengintip bakat-bakat unik di balik industri periklanan Indonesia



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Citra Pariwara yang ke-32 menjadi selebrasi talenta unik yang menjadi keunggulan karya kreatif periklanan Indonesia.

Terlebih akhir-akhir ini linimasa media sosial Twitter dan Instagram diramaikan dengan kemampuan unik generasi kreatif Indonesia dengan hashtag #CPBizarretalents.

Baca Juga: Media Citra Nusantara (MNCN) bidik pertumbuhan 14% di 2020, ini strateginya


Tema yang diusung tahun ini untuk ajang yang jadi wadah apresiasi insan kreatif industri komunikasi pemasaran ialah “The Freak Show: Celebrate our Bizarre Talent”.

Ke 32 kali digelar Citra Pariwara ingin mengingatkan kembali bahwa industri periklanan dan kreatif Indonesia dilengkapi dengan talenta-talenta unik dan berbakat yang mungkin tidak dimiliki oleh industri lain.

Ketua Citra Pariwara 32, Reza Fitriano mengatakan, kekuatan industri periklanan adalah dari bakat unik para pelakunya yang mampu menuangkan ide kreatif menjadi sebuah karya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan karya yang membanggakan merupakan hasil dari kreativitas yang dituangkan tanpa batas, namun tetap menyampaikan pesan pemasaran yang sesuai dengan sasarannya.

Baca Juga: Laba Induk Bumi Serpong Damai (BSDE) dan Puradelta (DMAS) Naik Hampir Enam Kali Lipat

"Citra Pariwara 32 kami gelar sebagai ajang apresiasi dan selebrasi bagi mereka yang telah push themselves to the limit demi menghasilkan karya-karya kreatif yang otentik untuk Indonesia dan industri komunikasi pemasaran,”  jelas Reza dalam siaran pers tertulis yang diterima KONTAN pada Minggu (24/11).

Sama halnya dengan beberapa industri lain, industri periklanan mengalami pasang surut beberapa tahun belakangan ini. Banyak faktor yang melatarbelakangi di antaranya adalah perkembangan industri lain yang dinamis sehingga menarik sejumlah SDM dari industri periklanan, sampai dengan perubahan pola konsumsi masyarakat-- termasuk dalam “mengonsumsi” iklan.

Di sisi lain, fenomena ini menjadi tantangan sekaligus potensi yang menarik untuk masa depan industri. Perkembangan teknologi digital menyemarakkan sekaligus memaksa industri periklanan untuk makin kreatif.

Baca Juga: Amazon menjadi saham yang paling diburu di Wall Street, ini alasannya

Untuk itulah, industri periklanan memerlukan talenta-talenta unik yang mampu lebih dari sekadar 'bikin iklan'.

Editor: Noverius Laoli