Mengulik rating idA yang diberikan Pefindo



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mayoritas korporasi di Indonesia memiliki kemampuan keuangan yang kuat untuk jangka panjang tetapi masih sensitif pada perubahan situasi dan kondisi ekonomi.

Hal ini dapat tercermin dari pemberian rating oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) yang banyak memberikan rating idA pada surat utang korporasi di periode Februari hingga Mei.

Pada divisi korporasi yang tidak termasuk divisi keuangan, PEFINDO mencatat di periode 20 Februari hingga 14 Mei dari 29 entitas di berbagai sektor rating idA paling banyak disematkan, yaitu pada 15 entitas.


Sedangkan, sisanya, 8 entitas mendapat rating idAA, tiga entitas mendapat rating idAAA dan tiga entitas lain mendapat rating IdBBB.

Sekedar informasi, idA berarti entitas tersebut memiliki kapasitas kuat secara jangka panjang pada komitmen finansialnya dibandingkan dengan obligor lainnya, tetapi lebih sensitif pada efek yang pasif dan perubahan situasi dan kondisi ekonomi.

Ada pula kategori plus dan minus di idA, yaitu plus berarti peringkat yang diberikan relatif kuat di atas rata-rata ketegori sedangkan minus berarti peringkat relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori.

Berikut entitas yang mendapat rating idA dari Pefindo;

- PT Surya Semesta Ivestama Tbk (SSIA

- PT J Resource Nusantara (JRES)

- PT Waskita Karya Tbk (Persero) Tbk

- PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk

- PT Medco Power Indonesia (MEDP)

- PT Mora Telematika Indonesia (MORA)

- PT Lautan Luas Tbk (LTLS)

- PT Triodamin Performance Material Tbk (TDPM)

- PT Moderland Realty Tbk (MDLN)

- PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN)

- PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI)

- PT Pabrik Gula Rajawali I

- PT Perkebunan Nusantara III (persero) (PTPN)

- PT Industri Kereta Api (Persero)

Pada divisi korporasi sektor yang terbanyak mengeluarkan surat utang adalah sektor properti dengan jumlah 4 entitas.

Di sektor properti dengan rating idA terdapat dua entitas yang menerima revisi outlook menjadi negatif, yaitu MDLN dan APLN.

Assistant Vice President Corporate Ratings Division Pefindo Niken Indriarsih memproyeksikan marketing sales yang melambat di sepanjang tahun lalu karena adanya kenaikan tingkat suku bunga membuat prospek properti kurang baik, meski pemerintah memberikan kebijakan insntif.

Editor: Yudho Winarto