Menilik Kinerja Hulu Migas Pertamina Sepanjang Tahun 2021



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja sektor hulu migas Pertamina sepanjang 2021 masih meninggalkan sejumlah catatan.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengungkapkan, sejumlah faktor memang mempengaruhi lifting migas sepanjang tahun 2021 antara lain, entry point yang rendah di awal tahun serta dampak pandemi covid-19. Dampak pandemi covid-19 pun turut mempengaruhi jadwal sejumlah proyek yang berimbas pada target lifting tahun lalu.

"Ada beberapa proyek yang terpaksa mundur, Tangguh (Train III) dan Jambaran Tiung Biru membuat terganggunya capaian tersebut. Kemudian, dampak dari pandemi di 2020," ungkap Dwi dalam Konferensi Pers Kinerja Hulu Migas 2021, Senin (17/1).


Merujuk data SKK Migas, dari sejumlah anak usaha Pertamina, hanya ada sejumlah perusahaan yang mampu mencatatkan lifitng minyak melebihi target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.

Pertama, Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dengan lifting mencapai 24.931 Barel Oil Per Day (BOPD) atau setara 113,30% dari target sebesar 22.000 BOPD. Kedua, Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) dengan raihan lifting sebesar 12.239 BOPD atau 102,80% dari target APBN 2021 sebesar 11.900 BOPD.

Baca Juga: Investasi Hulu Migas Ditargetkan mencapai US$ 13,2 Miliar Tahun Ini

Ketiga, melalui kerjasama operasi JOB Pertamina-Medco Tomori Ltd dengan lifting sebesar 6.947 BOPD atau 107,30% dari target sebesar 6.476 BOPD. Sementara itu, sisanya masih belum mencatatkan lifting di atas target APBN 2021. 

Pertamina Hulu Rokan (PHR) misalnya membukukan lifting 160.747 BOPD atau 97,40% dari target 165.000 BOPD. Selanjutnya, Pertamina EP dengan lifting 71.421 BOPD atau 84% dari target sebesar 85.000 BOPD.

Kemudian, Pertamina Hulu Energi ONWJ dengan lifting sebesar 27.128 BOPD atau 96,90% dari target 28.000 BOPD. Selain itu, Pertamina Hulu Energi Oses mencatatkan lifting sebanyak 24.346 BOPD atau setara 90,20% dari target sebesar 27.000 BOPD.

Adapun, Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) membukukan lifting sebesar 9.294 BOPD atau 88,50% dari target sebesar 10.500 BOPD.

Editor: Handoyo .