Menuju Bali Baru, Danau Toba terus bersolek



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Danau Toba tak lagi masuk daftar 10 Destinasi Wisata Prioritas, tapi masuk deretan 4 Destinasi Super Prioritas, bersama Candi Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo.

Predikat ini tersandang setelah tahun lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencanangkan Program Percepatan Pembangunan Destinasi Wisata Super Prioritas. Itu sebabnya, akhir Juli 2019 lalu, Presiden melakukan kunjungan kerja tiga hari di Danau Toba.

Selain Samosir, Kementerian Pariwisata sedang gencar mempromosikan tiga kabupaten lainnya di seputaran Danau Toba. Itu sebabnya, mereka merilis Program Wonderful Huta Toba, singkatan dari Kabupaten Humbang Hasundutan, Tapanuli  Utara, dan Toba Samosir.


Baca Juga: Kecantikan Danau Toba memikat hati wisatawan milenial

Setelah Bandara Internasional Silangit beroperasi, ketiga kabupaten tersebut menjadi gerbang baru menuju Danau Toba. Lapangan terbang yang baru buka Februari 2019 lalu melayani penerbangan pesawat berbadan lebar itu terletak di Kecamatan Siborongborong, Tapanuli Utara.

Nah, untuk membiayai Destinasi Wisata Super Prioritas, tahun depan pemerintah pusat menyiapkan anggaran total mencapai Rp 6,4 triliun. Danau Toba kebagian Rp 2,2 triliun, terbesar dari tiga destinasi lainnya.

Meski begitu, Bupati Samosir Rapidin Simbolon tidak memasang target muluk-muluk dulu. “Target kami, dalam lima tahun mendatang Danau Toba bisa menjadi Bali kedua,” katanya kepada KONTAN di Pangururan, Ibu Kota Samosir.

Baca Juga: Keseruan bermain air di Pantai Pasir Putih Parbaba

Tentu, untuk mewujudkan target itu, Samosir dan kabupaten-kabupaten lain harus bekerja keras, mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan sama pariwisata. Mulai dari atraksi, aksesbilitas, hingga amenitas.

Editor: S.S. Kurniawan