Menuju Pertamina SMEXPO : terpukul pandemi, ini jurus bertahan Hitara Black Garlic



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Para pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) turut terpukul dampak pandemi Covid-19. Tak terkecuali Hitara Black Garlic, pebisnis UMKM Mitra Binaan Pertamina. Tetapi, Hitara Black Garlic tak mau menyerah. Ia mencoba berbagai jurus dan strategi agar dapat bertahan dan bangkit. Salah satunya dengan berpromosi lewat ajang pameran virtual Pertamina SMEXPO 2020.

Intan Anastasia, pemilik Hitara Black Garlic, berkisah, tahun ini, benar-benar menjadi tahun yang tak ia sangka. Padahal, sebelum pandemi, usaha Intan tergolong cukup sukses. Pangsa pasar Black Garlic menjangkau beberapa negara Asia, Eropa, hingga Australia.“Sebelum pandemi, Hitara lebih banyak berpromosi dan berjualan melalui pameran-pameran antarnegara seperti di Myanmar, Laos, Brunei Darussalam dan Malaysia,” imbuh Intan. Oh, ya, waktu itu memang pameran lebih banyak berlangsung offline. Belum banyak pameran online sejenis Pertamina SMEXPO. 

Selain di wilayah Asia Tenggara, Hitara Black Garlic juga pernah diundang untuk mengikuti Halal Expo Australia di Sydney. Benua Eropa pun pernah disambangi Hitara Black Garlic sewaktu diundang ke sebuah acara marketplace global yang diadakan dua tahun sekali di Paris, Prancis. Acara spesial itu bernama Salon International de l’alimentation (SIAL). 


Baca Juga: Sediakan dana dan pendampingan, CSR Pertamina ringankan beban UMKM selama pandemi

Ke depan, Intan juga membidik pasar Amerika. “Memang kita belum masuk Amerika. Rencananya, kami masuk ke Amerika tahun ini. Tapi, karena pandemi jadi batal semua,” keluhnya. 

Bukan saja target pasar berubah, Intan harus menyesuaikan tingkat produksi Hitara Black Garlic di tengah pandemi. “Jika awalnya empat mesin yang berproduksi, saat ini hanya satu mesin dulu yang dioperasikan. Agak sedih juga, sih karena saya sudah dibayar dari Hungaria. Selain itu, ada pesanan dari Perancis juga yang tetap harus saya kirim. Ada pesanan juga dari Dubai. Itu semua mundur jadinya,” keluhnya. 

Produksi harus disesuaikan lantaran tren penjualan Hitara Black Garlic memang menurun jauh. Intan mengaku tidak bisa lagi mengandalkan sistem penjualan langsung yang selama ini ia gunakan. Karena itu, kini, ia banting stir dari penjualan sistem offline menjadi online. “Karena pandemi ini kita harus berani berubah, dari offline menjadi online. Kami juga sudah mulai masuk ke beberapa marketplace untuk penjualannya,” urainya. 

Editor: Cipta Wahyana