Meredupnya prospek emiten otomotif seiring lesunya penjualan imbas virus corona



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sektor otomotif dan komponen disebut beberapa analis akan menghadapi masa penuh tekanan hingga tahun ini berakhir. Diperkirakan pandemi virus corona tidak hanya memengaruhi kinerja emiten di sektor ini pada kuartal I-2020 saja, namun juga pada sisa kuartal di tahun ini.

Analis Bahana Sekuritas Anthony Yunus dalam riset terbarunya menyebut, persebaran virus corona telah mengakibatkan ancaman perlambatan ekonomi terlihat semakin nyata. Tidak hanya terjadi pada kuartal pertama, Anthony juga memprediksikan dampaknya masih akan berlanjut pada kuartal kedua tahun ini.

Baca Juga: Kinerja Erajaya Swasembada (ERAA) bisa terdampak virus corona, begini saran analis


“Tentu saja hal ini berdampak terhadap permintaan kendaraan bermotor yang kelihatannya bakal sulit mencapai target. Kami memproyeksikan volume penjualan roda empat akan berkontraksi hingga 8%, sedangkan penjualan roda dua akan turun 5% sepanjang 2020,” tulis Anthony dalam risetnya.

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony mengatakan prospek sektor otomotif dan komponen sebenarnya masih cukup positif. Hanya saja ia menggarisbawahi bahwa sebelum bicara prospek ke depan, sebaiknya fokus dulu terhadap penanganan virus corona.

“Untuk jangka pendek, sektor ini masih akan kesulitan selama permasalahan penyebaran virus masih dalam angka yang tinggi. Ketika sudah mereda dan aktivitas ekonomi berjalan seperti semula, barulah sektor ini prospeknya membaik,” kata Chris ketika dihubungi Kontan.co.id, Minggu (5/4).

Sementara analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas justru menilai prospek kinerja sektor otomotif dan emiten baru akan bisa pulih pada tahun depan. Meski demikian, Sukarno menyebut terdapat satu sentimen yang bisa menjadi peredam agar kinerja emiten sektor otomotif tidak terlalu anjlok.

Baca Juga: Emiten otomotif dan komponen diperkirakan alami penurunan penjualan imbas corona

“Meskipun kinerjanya terancam akan turun, paling tidak suku bunga yang sedang dalam tren penurunan bisa jadi sentimen positif untuk sektor ini ke depannya,” ujar Sukarno.

Editor: Tendi Mahadi