Meski tren bunga terus turun, bank tetap mengincar dana murah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren suku bunga memang sudah terus menurun. Apalagi, di tengah maraknya penyebaran virus Corona (Covid-19), bank sentral di seluruh dunia mulai mengeluarkan kebijakan pemangkasan suku bunga sebagai langkah darurat untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

Termasuk Bank Indonesia (BI) yang pada pertengahan Februari 2020 memangkas bunga acuan sebanyak 25 basis poin (bps) menjadi 4,75%. Praktis, kebijakan semacam ini bakal membuat biaya dana menjadi lebih ciut.

Baca Juga: Bank Mandiri tengah melakukan assessment penerimaan transaksi QRIS CPM


Namun di sisi lain, perbankan rupanya tetap berupaya untuk mendorong pertumbuhan dana murah. Langkah ini memang paling efektif bagi bank untuk menekan biaya dana semaksimal mungkin, yang nantinya dapat memicu penurunan suku bunga kredit.

Ambil contoh, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) yang mengaku tetap menargetkan rasio dana murah alias current account and saving account (CASA) di tahun ini sebesar 45%.

Direktur Distribution and Retail Funding Bank BTN Jasmin menjelaskan sampai saat ini CASA memang belum naik secara signifikan. "Masih belum naik signifikan. Relatif sama" katanya kepada Kontan.co.id, Selasa (17/3).

Sebagai gambaran saja, per Januari 2020 posisi dana pihak ketiga (DPK) Bank BTN sudah sebesar Rp 204,18 triliun. Posisi tersebut baru naik tipis dari tahun sebelumnya atau tumbuh 2,09% saja.

Adapun, dari sisi rasio CASA per Januari 2020 Bank BTN ada di level 43,15%, relatif sejalan dengan target di tahun 2020. Hanya saja, pencapaian tersebut kalau dibandingkan dengan pencapaian pada Januari 2019 yang sempat sebesar 56,78%.

Baca Juga: Peneliti IKS prediksi BI bakal pangkas suku bunga acuan 50 bps

Dana murah memang menjadi incaran utama Bank BTN di tahun ini. Bank spesialis kredit perumahan ini pun sebelumnya sudah meluncurkan produk baru baru bertajuk BTN Solusi.

Setidaknya lewat produk anyar ini, Bank BTN menargetkan tambahan rekening baru sebanyak 372 ribu dalam setahun. Sekaligus bisa menambah pundi-pundi CASA hingga Rp 1,9 triliun. Lewat penambahan CASA dan strategi bisnis lainnya, tahun ini BTN mematok DPK bisa tumbuh 13%-15%.

Editor: Tendi Mahadi