Tentara Korea Selatan: Korea Utara akan membayar harga bila melakukan aksi militer



KONTAN.CO.ID -  SEOUL. Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara saat ini tengah memanas. Militer Korea Utara menghancurkan kantor penghubung Antar-Korea yang makin menegangkan hubungan kedua Korea.

Di tengah memanasnya hubungan tersebut, Militer Korea Selatan mengingatkan Korea Utara akan membayar harga bila nekad melakukan aksi ke wilayahnya.

Baca Juga: Hubungan Korsel-Korut memburuk, Menteri Unifikasi Korsel mengundurkan diri


Militer Korea Selatan memperingatkan bahwa jika Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) mengambil tindakan militer terhadap Korea Selatan, "mereka akan membayar harganya". Pernyataan militer Korea Selatan itu muncul menyusul ledakan sebelumnya dari kantor Penghubung di Kaesong oleh Pyongyang.

Seorang pejabat Senior Kepala Staf Gabungan Republik Korea Selatan mengatakan pasukan Korea Selatan menyatakan keprihatinan mendalam bahwa saat ini Staf Umum Korea Utara mempublikasikan berbagai jenis rencana militer yang bertentangan dengan perjanjian intra-Korea, Deklarasi Panmunjom dan perjanjian militer 19 September, 2018.

Baca Juga: Hadapi ancaman Korut, Jepang malah batalkan rencana penggunaan sistem rudal buatan AS

"Tindakan semacam itu membatalkan semua hasil bersama-sama yang telah tercapai selama lebih dari 20 tahun dan upaya di bidang kemajuan hubungan intra-Korea dan pelestarian perdamaian di Semenanjung Korea. Jika pihak Korea Utara melanjutkan ke tindakan nyata, itu pasti akan membayar harga yang sesuai," ujar pejabat tersebut seperti dilansir dari Sputniknews, Kamis (17/6).

Pernyataan tersebut menyusul pengumuman DPRK bahwa mereka akan melanjutkan semua jenis latihan militer reguler di sekitar Zona Demiliterisasi Korea (DMZ), menolak niat Seoul untuk menyelesaikan situasi melalui undang-undang yang akan melarang praktik para aktivis.

Editor: Noverius Laoli