Mirae Asset Sekuritas klaim kuasai 7,98% pangsa pasar transaksi saham di Indonesia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja Mirae Asset Sekuritas masih tumbuh di tengah tekanan pandemi terhadap pasar saham. Hingga Jumat (25/9), Mirae mencatat nilai transaksi senilai Rp 227,13 triliun ditopang oleh investor ritel dalam negeri.

President Director Mirae Asset Sekuritas Indonesi Tae Yong Shim mengatakan minat investor ritel berinvestasi di pasar saham semakin meningkat. Ia melihat dulu investor ritel berinvestasi Di pasar saham karena ikut-ikutan teman saja. Kini Ia melihat investor ritel sudah semakin pintar dalam berinvestasi saham.

Mirae melihat investor lokal telah menggunakan analisa teknikal, fundamental, dan bahkan ada juga yang lebih berpikir jauh ke depan. Seiring berjalannya waktu, jumlah investor dan nilai transaksi saham di segmen ritel pun semakin meningkat. Puncaknya, investor ritel menjadi semakin dominan di industri pasar saham Indonesia ketika terjadinya pandemi Covid-19.


Baca Juga: Ini alasan investasi di saham IPO berisiko tinggi

“Saat ini market share kami dari sisi total nilai transaksi investor (transaction value) terhadap total nilai transaksi seluruh investor di Indonesia adalah 7,98%. Kami yakin nilai transaksi akan terus meningkat seiring kenaikan jumlah investor kami yang dalam waktu dekat akan menembus angka 200.000,” ujar Tae Yong Shim dalam keterangan tertulis pada Senin (28/9).

Lanjutnya, frekuensi transaksi dan volume Mirae Asset Sekuritas tercatat sudah 4,07 miliar lot saham yang ditransaksikan melalui 33,55 juta transaksi. Sehingga, transaksi saham Mirae Asset Sekuritas berada di urutan pertama baik dari sisi nilai transaksi, volume, dan frekuensi dari total 105 sekuritas anggota bursa (AB).

Data Bursa Efek Indonesia juga menunjukkan total transaksi Bursa Efek Indonesia sejak awal tahun hingga Jumat pekan lalu (25/9) mencapai Rp 2.846 triliun dengan volume dan frekuensi transaksi saham sudah melewati 33 miliar lot saham dan 209 juta kali transaksi.

Pada 2019, nilai transaksi Mirae naik 14,3% menjadi Rp 206,13 triliun, di mana pangsa pasarnya meningkat menjadi 4,62%. Sejak awal tahun hingga Jumat pekan lalu (25/9), nilai transaksi perusahaan sudah mencapai Rp 227,13 triliun, naik sekitar 10,11% dari capaian 2019.

Baca Juga: IHSG diprediksi melanjutkan penguatan, cermati saham-saham berikut

Tae Yong Shim menilai faktor pertama yang menentukan pencapaian perusahaan saat ini adalah inovasi yang terus dilakukan oleh Mirae Asset Sekuritas sehingga terus dipercaya oleh investor ritel di Indonesia. Untuk itu atas nama Mirae Asset Sekuritas, Tae Yong Shim berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh seluruh investor ritel di Indonesia.

Dia juga mengatakan bahwa sekuritas yang dia pimpin berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan layanan perusahaan agar dapat memberikan layanan terbaik kepada seluruh investor.

Editor: Tendi Mahadi