Misteri keberadaan Kim Jong Un: Sebuah kereta milik Kim berada di Wonsan



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON/SEOUL. Kabar dan keberadaan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un masih misterius. Absennya Kim di beberapa acara penting Korea Utara di pekan-pekan terakhir ini menimbulkan spekulasi bahwa ia sedang menghadapi masalah kesehatan yang serius.

Kabar terbaru, sebuah kereta khusus milik Kim Jong Un terlihat di sebuah kota peristirahatan yakni Wonsan. Keberadaan kereta milik Kim itu terlihat dari gambar satelit yang ditinjau oleh proyek pemantauan Korea Utara yang berbasis di Washington.

Baca Juga: Spekulasi kesehatan Kim Jong Un: China mengirim tim termasuk ahli medis ke Korut


Seperti dikutip Reuters, proyek pemantauan bertajuk 38 North, dalam laporannya Sabtu (25/4) menyebut, kereta diparkir di stasiun kepemimpinan di Wonsan pada 21 April dan 23 April.

Stasiun kereta itu khusus itu dicadangkan untuk penggunaan keluarga Kim.

Meskipun itu mungkin kereta milik Kim Jong Un, Reuters belum dapat mengkonfirmasi itu secara independen apakah ia berada di Wonsan.

"Kehadiran kereta tidak membuktikan keberadaan pemimpin Korea Utara atau menunjukkan apa pun tentang kesehatannya. Tetapi itu memberikan bobot pada laporan bahwa Kim tinggal di daerah elite di pantai timur negara itu," tulis laporan itu.

Spekulasi tentang kesehatan Kim pertama kali muncul karena ketidakhadirannya pada peringatan hari ulang tahun ayah pendiri Korea Utara dan kakek Kim, Kim Il Sung, pada 15 April.

Media pemerintah Korea Utara terakhir kali melaporkan keberadaan Kim ketika dia memimpin pertemuan pada 11 April 2020.

China telah mengirim tim ke Korea Utara termasuk para ahli medis untuk memberi nasihat tentang Kim Jong Un, menurut tiga orang sumber Reuters yang mengetahui situasi tersebut.

Sebagai seorang pemimpin turun temurun generasi ketiga yang berkuasa setelah kematian ayahnya pada 2011, Kim tidak memiliki penerus yang jelas yang dapat menimbulkan risiko internasional yang besar.

Pada Kamis lalu (23/4), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecilkan laporan bahwa Kim sakit. "Saya pikir laporan itu tidak benar," kata Trump kepada wartawan, tetapi ia menolak mengatakan apakah ia telah menghubungi pejabat Korea Utara.

Trump telah tiga kali bertemu Kim dalam upaya untuk membujuknya agar menghentikan program senjata nuklir yang mengancam AS dan negara-negara tetangganya di Asia. Sementara pembicaraan macet, Trump terus memuji Kim sebagai teman.

Baca Juga: Kim Jong-un kembali absen di acara penting Korea Utara

Editor: Khomarul Hidayat