Mnuchin: AS akan tetap kenakan tarif barang-barang China hingga kesepakatan fase 2



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat akan mempertahankan penerapan tarif barang-barang Tiongkok sampai selesainya perjanjian perdagangan AS-China fase dua. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pada hari Selasa (14/1), sehari sebelum kedua belah pihak menandatangani kesepakatan sementara.

Mnuchin mengatakan kepada wartawan bahwa Presiden AS Donald Trump dapat mempertimbangkan pelonggaran tarif jika dua ekonomi terbesar dunia itu bergerak cepat untuk menyelesaikan perjanjian selanjutnya.

"Jika presiden mendapatkan kesepakatan fase 2 dengan cepat, dia akan mempertimbangkan untuk melepaskan tarif sebagai bagian dari fase 2," kata Mnuchin seperti yang dikutip Reuters.


Baca Juga: Perjanjian dagang AS-China siap diteken, perang dagang lebih memukul ekonomi AS?

Trump dijadwalkan untuk menandatangani perjanjian perdagangan fase 1 dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He di Gedung Putih pada hari Rabu pukul 11:30 pagi (1630 GMT). Penandatanganan dilakukan seminggu sebelum Senat AS akan memulai sidang pemakzulan terhadap presiden AS.

Trump menjadi presiden AS ketiga yang dimakzulkan ketika DPR bulan lalu menyetujui tuduhan bahwa ia menyalahgunakan kekuasaannya dengan menekan Ukraina untuk melakukan penyelidikan terhadap saingan presiden dari Partai Demokrat Joe Biden dan menghalangi Kongres.

Kekhawatiran tentang kesepakatan perdagangan membebani bursa saham AS pada Selasa, terutama setelah ada laporan Bloomberg yang menyatakan tarif AS bisa tetap berlaku sampai setelah pemilihan presiden November.

Baca Juga: Kesepakatan dagang, China beli produk manufaktur AS hampir US$ 80 miliar

Mnuchin dan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengatakan sebelumnya tidak ada kesepakatan dengan China mengenai penurunan tarif lebih lanjut.

Dalam pernyataan bersama, mereka mengatakan semua aspek dari perjanjian perdagangan Fase 1 dengan China akan dipublikasikan pada hari Rabu, kecuali lampiran rahasia yang akan merinci produk dan layanan AS yang akan dibeli oleh China.

“Tidak ada perjanjian lisan atau tertulis lainnya antara Amerika Serikat dan China tentang masalah ini, dan tidak ada kesepakatan untuk pengurangan tarif di masa depan. Setiap rumor yang bertentangan pasti salah,” kata mereka.

Baca Juga: AS dan China akan teken kesepakatan dagang, begini proyeksi rupiah

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie