Morgan Stanley catat beberapa bank sentral Asia akan normalisasi kebijakan moneter



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berbagai negara di dunia jor-joran merelaksasi kebijakan fiskal maupun moneternya untuk menyelamatkan perekonomian dari terjangan badai Covid-19.

Menyoroti kebijakan para bank sentral, Morgan Stanley melihat bank-bank sentral di Asia memang kompak mengeluarkan kebijakan suku bunga landai.

Akan tetapi, seiring dengan perbaikan ekonomi yang mulai berjalan, juga kondisi pemulihan Amerika Serikat (AS) yang cepat, diperkirakan akan terjadi normalisasi kebijakan suku bunga kebijakan dari negara Paman Sam tersebut.


“Namun saat ini, kami perkirakan bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) masih akan menahan suku bunga kebijakan dan baru meningkatkan suku bunga kebijakan pada kuartal III-2023,” ujar Morgan Stanley dalam laporan yang diterima Kontan.co.id, Senin (17/5).

Baca Juga: Morgan Stanley pangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021

Sebelum The Fed mengambil langkah normalisasi, Morgan Stanley mencatat sudah ada beberapa negara di Asia yang telah melakukan normalisasi kebijakan bank sentral, seperti China, Korea, juga Taiwan.

Kebijakan yang diambil oleh negara-negara tersebut pertama-tama lewat kebijakan non suku bunga, sebagai langkah antisipatif.

Lantas, Morgan Stanley melihat, beberapa bank sentral negara-negara lain di Asia yang akan mengikuti langkah ketiga negara tersebut untuk melakukan normalisasi.

Negara mana sajakah itu?

Pertama, bank sentral Singapura atau Monetary Authority Singapore (MAS). MAS mengelola kebijakan moneter lewat pengaturan nilai tukar, bukan suku bunga. Saat ini MAS memutuskan untuk mempertahankan tingkat apresiasi nol persen per tahun.

Editor: Yudho Winarto