MPV dan LCGC akan kuasai pasar mobil tahun 2017



JAKARTA. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) meramal tahun ini penjualan otomotif terbesar datang dari model Multi Purpose Vehicle (MPV) dan low cost green car (LCGC).

Kondisinya tidak akan jauh berbeda dari tahun lalu. "Masih tetap sama, dari MPV dan LCGC," kata Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo saat dihubungi KONTAN, Rabu (8/2) lalu.

Kedua model tersebut masih jadi favorit masyarakat Indonesia lantaran kapasitas penumpangnya yang banyak dan harganya sesuai dengan pendapatan kelas menengah.


Prediksi ini tak jauh berbeda dari hasil penjualan tahun lalu. Data Gaikindo menunjukkan bahwa penjualan otomotif domestik sepanjang 2016 mencapai 1.061.376 unit. Naik tipis dari penjualan 2015 sebanyak 1.013.291 unit.

Meski angka penjualannya melampaui target penjualan otomotif 2016 sebesar 1.050.000 unit, namun Gaikindo tidak berniat merevisi target penjualan otomotif di 2017. Gaikindo tetap mematok penjualan di angka 1,1 juta unit. "Target tahun ini 1,1 juta dulu. Nanti kita lihat, kalau bisa lebih gede, lebih bagus. Sekarang 1,1 juta dulu lah," kata Yohannes.

Berdasarkan data sepanjang 2016, salah satu model yang tumbuh terbesar ialah low cost green car (LCGC) dengan penjualan 165.434 unit di 2015, kemudian naik jadi 235.171 unit di 2016.

Volume penjualan LCGC bisa bertumbuh lebih cepat karena harganya sesuai dengan pendapatan kelas menengah di Indonesia. Tidak hanya itu, konsumsi bahan bakarnya juga lebih irit. "Kemampuan orang untuk membeli LCGC lebih besar. Jadi, otomatis market LCGC lebih berkembang. Selain itu, LCGC lebih diminati oleh penduduk Indonesia karena hemat bahan bakar," ujar Yohannes.

Sejumlah agen pemegang merek (APM) turut memprediksi MPV dan LCGC tetap jadi incaran konsumen. Misalnya saja PT Toyota Astra Motor (TAM) yang masih mengandalkan MPV seperti Avanza yang sudah dikenal sebagai "mobil sejuta umat". LCGC Calya yang meski baru diluncurkan tahun lalu juga diprediksi akan bertumbuh pesat dan berkontribusi besar terhadap penjualan.

Editor: Yudho Winarto