MSCI Berpotensi Pertahankan Pembekuan Saham RI, Begini Dampaknya ke IHSG



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Keputusan MSCI mempertahankan pembekuan (freeze) sejumlah perubahan dalam indeks saham Indonesia masih membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Meski FTSE Russell mempertahankan Indonesia dalam klasifikasi pasar berkembang, investor kini menanti evaluasi MSCI pada November 2026 yang berpotensi memengaruhi aliran dana asing ke pasar saham domestik.

MSCI dijadwalkan mengumumkan hasil evaluasi indeks pada 11 November 2026, yang berlaku efektif mulai 1 Desember 2026.


Baca Juga: Tertekan di Pekan ini, Begini Proyeksi IHSG di Pekan Depan

Investor akan mencermati apakah penyedia indeks global tersebut akan mencabut pembekuan kenaikan foreign inclusion factor dan jumlah konstituen saham Indonesia yang masih berlaku sejak evaluasi Agustus 2026.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata memperkirakan MSCI masih akan mempertahankan status freeze Indonesia.

Pasalnya, persoalan transparansi kepemilikan saham dan ketersediaan saham publik (free float) dinilai belum sepenuhnya tuntas.

Liza menyoroti saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang memiliki kapitalisasi pasar besar, tetapi jumlah saham yang benar-benar tersedia bagi investor dinilai tidak sebesar angka yang tercatat.

 
BREN Chart by TradingView

Selain itu, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga menjadi perhatian. Meski free float GOTO berada di atas 70% dan perusahaan telah membukukan laba sejak awal 2026, harga sahamnya masih di bawah Rp 50.

Baca Juga: Menakar Arah IHSG pada Kuartal III dan IV-2026

“Menunggu pilihan paling masuk akal bagi investor,” ujar Liza dalam paparannya, Kamis (8/10/2026).

Menurut dia, MSCI perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan karena pencabutan freeze turut menyangkut kredibilitas metodologi dan penentuan konstituen indeksnya.