Naik tipis, IHSG tinggalkan zona merah di sesi I



JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil naik ke zona hijau pasca dibuka turun di perdagangan sesi I, Jumat (20/5). Mengacu data RTI, indeks menguat tipis 0,10% atau 4,678 poin ke level 4.708,89 pukul 11.30.

Tercatat 134 saham bergerak naik, 115 saham bergerak turun, dan 72 saham stagnan. Perdagangan sesi I ini melibatkan 2,08 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,76 triliun.

Enam dari 10 indeks sektoral menopang penguatan IHSG perdagangan pagi. Sektor industri dasar naik 1,55%, manufaktur naik 0,71%, dan aneka industri naik 0,68%.


Sementara, empat sektor sisanya memerah yaitu; perdagangan turun 0,75%, konstruksi turun 0,59%, dan keuangan turun 0,29%.

Terbatasnya penguatan IHSG terbebani aksi jual asing di pasar reguler sebesar Rp 2,480 miliar. Meski demikian, keseluruhan perdagangan lebih diwarnai aksi beli asing sebesar Rp 40,445 miliar.

Saham-saham yang masuk top gainers LQ45 antara lain; PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) naik 4,83% ke Rp 16.275, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) naik 3,19% ke Rp 6.475, dan PT Global Mediacom Tbk (BMTR) naik 1,79% ke Rp 1.135.

Saham-saham yang masuk top losers LQ45 antara lain; PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) turun 3,85% ke Rp 500, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun 2,77% ke Rp 13.150, dan PT Bank Mandiri (BMRI) turun 2,23% ke Rp 8.750.

"Tren pelemahan rupiah yang kembali berlanjut seiring meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS, situasi itu menjadi salah sau faktor yang menekan IHSG," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere mengutip dari Antara.

Editor: Yudho Winarto