Obat dan vitamin untuk menyembuhkan Covid-19 menurut dokter RSUP Persahabatan



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Jumlah kasus positif Covid-19 terus meningkat pada awal Juli 2021. Pasien Covid-19 dengan gejala ringan disarankan melakukan isolasi mandiri di rumah karena rumah sakit sudah penuh sesak. Selama isolasi mandiri, pasien disarankan minum sejumlah obat dan vitamin untuk terapi menyembuhkan Covid-19.

Lalu obat dan vitamin apa saja yang perlu dikonsumsi untuk terapi penyembuhan Covid-19? Dokter spesialis paru dari RSUP Persahabatan, dr. Heidy Agustin, SpP(K) membagikan sejumlah daftar obat dan vitamin untuk menyembuhkan Covid-19 jika isolasi mandiri.

Melansir data Satgas Covid-19, hingga Senin (5/7) ada tambahan 29.745 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia. Sehingga total menjadi 2.313.829 kasus positif Corona.


Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus Corona bertambah 14.416 orang sehingga menjadi sebanyak 1.942.690 orang. Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus Corona di Indonesia bertambah 558 orang menjadi sebanyak 61.140 orang. Saat ini ada total 309.999 kasus aktif di Indonesia, atau bertambah 14.771 kasus.

Isolasi mandiri perlu dilakukan orang dengan hasil tes antigen atau PCR positif Covid-19, baik bergejala ringan maupun tanpa gejala. Menurut Kementerian Kesehatan, kriteria pasien Covid-19 tanpa gejala yakni frekuensi napasnya sebanyak 12-20 kali per menit, dan saturasi oksigen lebih dari atau sama dengan 95 persen.

Sedangkan kriteria pasien Covid-19 gejala ringan yang bisa melakukan isolasi mandiri di rumah yakni demam, batuk (biasanya kering dan ringan), kelelahan, tidak selera makan, sakit kepala, nyeri otot dan tulang, sakit tenggorokan, atau pilek.

Gejala Covid-19 ringan lainnya yakni hidung tidak bisa mencium bau (anosmia), lidah tidak ada rasa saat makan dan minum (ageusia), mual, muntah, sakit perut, diare, mata merah, kulit ruam, frekuensi napas 12-20 kali per menit, dan saturasi oksigen lebih dari atau sama dengan 95 persen.

Baca juga: Siapkan paket obat gratis untuk pasien isolasi mandiri, Kemenkes gandeng 11 platform

Berikut panduan penanganan serta obat dan vitamin terapi Covid-19 untuk pasien tanpa gejala maupun bergejala ringan.

Obat dan vitamin Covid-19 untuk isolasi mandiri pasien tanpa gejala

Pasien atau orang tanpa gejala Covid-19 disarankan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah, atau tempat isolasi mandiri khusus yang disediakan pemerintah dan tempat memadai lainnya. Perlu diketahui, isolasi mandiri bisa dilakukan di rumah apabila ada ruang atau kamar tersendiri yang terpisah dengan anggota keluarga lainnya.

Selain itu, isolasi mandiri di rumah ideal dilakukan apabila pasien tidak serumah dengan kelompok berisiko tinggi seperti orang lansia, orang dengan daya tahan tubuh lemah, bayi, dan tidak ada komorbid (diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dll.). Masa isolasi mandiri pasien tanpa gejala minimal 10 hari sejak pengidap positif Covid-19.

Dokter spesialis paru dari RSUP Persahabatan, dr. Heidy Agustin, SpP(K) lewat Webinar Isolasi Mandiri Pasien Covid-19, Jumat (3/7/2021), merekomendasikan terapi dengan obat atau suplemen untuk membantu menyembuhkan Covid-19.

Obat dan vitamin Covid-19 atau terapi selama isolasi mandiri untuk pasien tanpa gejala, yakni:

  • Vitamin C non-acidic sebanyak 3x sehari sebanyak 500 miligram (selama 14 hari); atau
  • Tablet isap vitamin C dosis 500 miligram 2x sehari (selama 30 hari); atau
  • Multivitamin dengan kandungan vitamin C, B, E, zinc 1x sehari (selama 30 hari)
  • Vitamin D 400-1.000 IU per hari
  • Untuk komorbid (diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dll.) lanjutkan minum obat yang diresepkan dokter
  • Obat bersifat antioksidan dan terapi suportif lainnya
Perlu diperhatikan, untuk mencegah efek samping obat dan suplemen, pasien Covid-19 tanpa gejala sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen vitamin atau obat.

Editor: Adi Wikanto