Paling defensif, saham makanan dan minuman ini masih menarik untuk dilirik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak awal tahun sektor saham barang konsumsi menjadi sektor yang paling defensif. Tercermin dari penurunan yang paling mini dibandingkan sektor saham lain.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) per Jumat (19/6) menunjukkan, sektor barang konsumsi turun 10,97% sejak awal tahun. Sementara, sektor lainnya mayoritas terkoreksi di atas 18%. Kinerja sektor barang konsumen juga lebih baik dibandingkan IHSG yang sudah terkoreksi hingga 21,55% sepanjang tahun 2020 ini.

Termasuk ke dalam sektor barang konsumen di antaranya saham-saham emiten makanan dan minuman. Adapun saham makanan dan minuman yang paling dilirik investor sejauh ini adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) serta anak usahanya PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).


Baca Juga: Cermati saham-saham berikut ini setelah penurunan suku bunga acuan

Selama sebulan terakhir, harga saham INDF terus mengalami penguatan hingga 1,15%. Sementara, ICBP baru menunjukkan penguatan harga saham selama seminggu terakhir, hingga 3,78%. Dilihat dari kapitalisasi pasarnya, kedua saham itu terhitung jumbo hingga Rp 104,08 triliun untuk ICBP dan Rp 57,73 triliun untuk INDF.

Selain kedua saham di atas, Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso melihat masih banyak emiten makanan dan minuman lain yang menarik. Misalnya, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) dan PT Akasha Wira International Tbk (ADES).

"ADES dan BEEF relatif murah dibandingkan dengan emiten lain dalam sektor ini," kata Aria kepada Kontan.co.id, Jumat (19/6).  Aria menyarankan saham BEEF dengan target harga Rp 270, dan ADES dengan target harga Rp 1.050.

Baca Juga: Wall Street naik sekitar 1% meski kasus baru virus corona AS meluas

Editor: Wahyu T.Rahmawati