Pandemi Covid-19, kerek omzet produsen AMDK



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selama pandemi Covid-19 bergulir, Indonesia Water Institute (IWI) menemukan adanya perubahan pola konsumsi dan sumber air bersih menggunakan air perpipaan, Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), dan sumber alternatif lainnya.

Indonesia Water Institute melakukan penelitian kepada 1.296 reponden tersebar di seluruh Indonesia untuk mengetahui perubahan pola konsumsi air bersih yang terjadi selama pandemi.

Responden mayoritas dari pulau Jawa sebanyak 59%, Sumatera 25%, Kalimantan 2,9%, Sulawesi 4,2%, dan sisanya dari wilayah lain seperti Maluku, Papua, dll.  Periode pengisian survey berlangsung dari tanggal 15 Oktober hingga 12 November 2020.


Dari hasil survey tersebut, sebanyak 52% responden memenuhi sumber air menggunakan air perpiaan sisanya 45% responden menggunakan sumber dari alternatif lain salah satunya AMDK.

Baca Juga: IWI minta pemerintah perhatikan regulasi yang lindungi kesehatan masyarakat

Firdaus Ali, Pendiri dan Pimpinan Indonesia Water Institute Indonesia menjelaskan dalam penelitian ini IWI juga merekam transisi pengguna air tanah ke AMDK dan air perpipaan selama pandemi.

Sebanyak 65% responden pengguna air tanah beralih menggunakan AMDK dan air perpipaan sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

"Transisi ini terjadi karena AMDK paling gampang diakses dalam keadaan apapun. Dahulu AMDK adalah gaya hidup sekarang menjadi kebutuhan  hidup bagi sebagian masyarakat dan ini harus dicarikan solusi," jelasnya dalam acara virtual, Kamis (11/2).

Adapun biaya yang dikeluarkan responden untuk kebutuhan air ini berkisar di antara Rp 300.000 hingga Rp 1 juta. Peningkatan pengeluaran kebutuhan air selama pandemi berkisar hingga lima kali lipat. Sebanyak 87% responden mengeluarkan biaya mencapai rata-rata 300.000 per bulan untuk AMDK.

Kemudian dari sisi sumber air minum, sebanyak 88% responden menggunakan air kemasan galon dan sisanya menggunakan air minum kemasan lainnya seperti dari AMDK botol dan gelas.

Editor: Yudho Winarto