Pasar Ekspor Ikan NIla Indonesia Baru Menembus 16 Negara



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia sebagai negara maritim merupakan gudang sumber produk perikanan yang beragam dan dicintai oleh konsumen dalam dan luar negeri. Ikan Nila Indonesia menjadi salah satu produk perikanan yang dipercaya di pasar internasional.

Salah satu daerah yang menghasilkan produk perikanan yaitu daerah Sumatera Utara tepatnya dari Danau Toba. Hasil budidaya ikan Nila yang berasal dari danau terbesar di Indonesia ini cukup signifikan.

Kontribusi ekspor ikan Nila dari Danau Toba, Sumatera Utara mencapai 91,66% dari total ekspor ikan Nila Indonesia, yaitu sebesar US$ 71,89 juta pada tahun 2020.


Konsumen utama ikan Nila dunia adalah Amerika Serikat yang mengalahkan konsumsi di Uni Eropa dan Mesir, sebagai negara asal ikan Nila. Bagi konsumen Amerika, ikan Nila menjadi ikan paling populer keempat setelah udang, salmon, dan tuna.

Di tahun 2020, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mencatat, Amerika mengimpor sebanyak 190.453 ton ikan Nila atau senilai US$615 juta.

Baca Juga: Catatkan Kenaikan Ekspor 30%, STP Terus Tingkatkan Kualitas Produk Perikanan

Angka tersebut menggambarkan peningkatan volume impor ikan Nila sebesar 10% dan Nilai impor sebesar 2,3% dibandingkan tahun 2019. Amerika mendatangkan ikan Nila dari China, Indonesia, Filipina, serta negara Amerika Latin seperti Brasil dan Meksiko.

Produk ikan Nila yang diperdagangkan di pasar global dalam bentuk segar dan beku di antaranya ikan nila utuh segar, ikan Nila utuh beku, fillet ikan Nila segar, dan fillet ikan Nila beku.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia sebagai produsen ikan Nila terbesar kedua dunia, mengekspor tilapia sebanyak 12,29 ribu ton dengan nilai US$ 78,44 juta pada tahun 2020.

Suhana, Peneliti bidang Ekonomi Kelautan pada Indonesia Ocean Juctice Initiative (IOJI) menjelaskan, arus ekspor ikan Nila Indonesia berasal dari 5 provinsi, yaitu Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan DKI Jakarta.

“Kontribusi Nilai ekspor Tilapia (nila) dari kelima provinsi tersebut masing-masing adalah 91,66%, 8,29%, 0,04%, dan 0,0001%. Berdasarkan hal tersebut, Sumatera Utara merupakan provinsi terbesar eksportir Tilapia dari Indonesia,” kata Suhana dalam keterangan resminya, Senin (7/2).

Editor: Yudho Winarto