Pasukan Ukraina yang Pertahankan Sievierodonetsk Maju ke Selatan



KONTAN.CO.ID -  KYIV/SLOVIANSK. Pasukan Ukraina pada Kamis mengklaim telah mendorong maju dalam pertempuran jalanan yang intens di kota timur Sievierodonetsk, tetapi mengatakan satu-satunya harapan mereka untuk membalikkan keadaan adalah lebih banyak artileri untuk mengimbangi daya tembak besar-besaran Rusia.

Di selatan, kementerian pertahanan Ukraina mengatakan telah merebut wilayah baru dalam serangan balik di provinsi Kherson, menargetkan wilayah terbesar yang telah direbut Rusia sejak invasi pada Februari.

Pertempuran di tengah reruntuhan Sievierodonetsk, sebuah kota industri kecil, telah menjadi salah satu perang paling berdarah, dengan Rusia memusatkan kekuatan invasinya di sana. Kedua belah pihak mengatakan mereka telah menimbulkan banyak korban.


Sievierodonetsk dan kota kembarnya Lysychansk di tepi seberang sungai Siverskyi Donets adalah bagian terakhir dari provinsi Luhansk yang dikuasai Ukraina, yang Moskow bertekad untuk merebutnya sebagai salah satu tujuan perang utamanya.

Baca Juga: 60 Kapal Perang dan 40 Pesawat Tempur Rusia Memulai Latihan di Laut Baltik

Pasukan Rusia memfokuskan seluruh kekuatan mereka di daerah itu, kata Sekretaris Dewan Keamanan Ukraina Oleksiy Danilov kepada Reuters dalam sebuah wawancara pada hari Kamis.

"Mereka tidak mengampuni orang-orang mereka, mereka hanya mengirim orang-orang seperti umpan meriam," katanya. "Mereka menembaki militer kita siang dan malam."

Dua warga Inggris dan seorang Maroko yang ditangkap saat berperang untuk Ukraina dijatuhi hukuman mati pada hari Kamis oleh pengadilan di Republik Rakyat Donetsk (DPR), salah satu proksi Rusia di Ukraina timur, kantor berita Rusia melaporkan

Pertempuran Jalanan

Dalam pembaruan langka dari Sievierodonetsk, komandan Batalyon Pengawal Nasional Svoboda Ukraina, Petro Kusyk, mengatakan bahwa Ukraina menarik Rusia ke pertempuran jalanan untuk menetralisir keunggulan artileri Rusia.

Baca Juga: Ukraina: Pertempuran di Sievierodonetsk Paling Brutal Sepanjang Perang dengan Rusia

Editor: Noverius Laoli