Pefindo Biro Kredit: Pandemi bikin 45,5% debitur masuk peminjam berisiko tinggi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga pengelola informasi perkreditan PT Pefindo Biro Kredit menyatakan terjadi perubahan risiko kredit secara nasional. Pandemi mengakibatkan berkurangnya kemampuan sebagian debitur untuk membayar cicilan pinjaman.

Presiden Direktur Pefindo Biro Kredit Yohanes Arts Abimanyu menyatakan, berdasarkan data yang diolah dari anggota Pefindo Biro Kredit yang terdiri dari bank umum, bank pembangunan daerah, bank perkreditan rakyat, hingga perusahaan pembiayaan, pada Mei 2020, terdapat debitur dengan risiko tinggi dan sangat tinggi sebanyak 23,84%.

Sedangkan debitur berisiko tingga sebanyak 21,7%. Adapun risiko kredit sedang sebanyak 20,8%, rendah sebanyak 29,8%, dan sangat rendah 3,9%.


Baca Juga: Biar makin cuan, Pefindo Biro Kredit target bisa tambah 84 anggota baru

“Terjadi perubahan sebaran risk grade debitur yang ditandai dengan peningkatan persentase risiko sangat tinggi dan tinggi. Juga terjadi penurunan presentase risiko sangat rendah, rendah, dan menengah. Pada Mei 2020, total persentase grade kategori tinggi dan sangat tinggi tercatat sebesar 45,5% dibandingkan Desember 2019 dengan jumlah 41,2%,” jelas Abimanyu melalui video conference, Selasa (4/8).

Abimanyu menambahkan, potensi semakin besarnya jumlah debitur dengan risiko tinggi masih ada. Hal ini dipicu belum diproduksinya vaksin Covid-19 secara masal. Selain itu, pandemi telah memberikan dampak bagi pendapatan debitur yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas pinjaman.

“Bulan Juni dan Juli sudah mulai pelonggaran PSBB. Ekonomi diharapkan bergerak lagi, harapannya pengaruh pada debitur yang mereka kesulitan mulai berkurang. Sehingga mereka bisa giat kembali beraktivitas dan bisa lunasi kewajibannya,” tambahnya.

Pemulihan ekonomi dapat menjaga para debitur untuk tidak berpindah kepada risiko tinggi. Juga bisa memicu permintaan pinjaman.

“Pada bulan Maret dan April 2020 saat masa pemberlakuan PSBB terjadi penurunan nilai portofolio kredit anggota Pefindo Biro Kredit masing-masing tercatat sebesar Rp 585,59 triliun dan Rp 159,80 triliun dibanding bulan sebelumnya,” tutur Abimanyu.

Editor: Herlina Kartika Dewi