Pelaku industri otomotif optimis pasar membaik tahun depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar otomotif dalam negeri diperkirakan bakal membaik pada tahun depan. Optimisme pelaku industri otomotif tercermin pada target penjualan yang ditetapkan untuk tahun 2021.

Beberapa waktu lalu, Gabungan Kendaraan Industri Bermotor Indonesia (Gaikindo) bahkan menargetkan penjualan mobil sebanyak 750.000 unit secara nasional untuk tahun depan. Bila dibandingkan dengan target penjualan tahun ini yang sebesar 525.000 unit, angka tersebut naik sekitar 42,85%.

Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto menjelaskan, target penjualan yang meningkat didasarkan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan yang diproyeksikan membaik. 


“Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi akan naik sampai 3%-4%, tentunya penjualan otomotif akan meningkat,” kata Jongkie kepada Kontan.co.id, Jumat (18/12).

Di samping faktor pemulihan ekonomi, beberapa faktor lain seperti misalnya pengadaan vaksin Covid-19 yang diperkirakan bisa menumbuhkan optimisme pasar serta keputusan Bank Indonesia untuk menahan suku bunga acuan di level 3,75% juga dipercaya bisa berdampak baik terhadap pasar otomotif.

“Semua faktor turut menjadi faktor-faktor positif,” imbuh Jongkie.

Baca Juga: Penjualan mobil mulai naik, mobil merek apa yang paling laris di bulan lalu?

Seiring dengan momentum pemulihan pasar, para agen pemegang merek (APM) telah menyiapkan strategi agar tidak kehilangan pangsa pasar. Kepala Divisi Marketing & Customer Relation PT Astra International-Daihatsu, Hendrayadi Lastiyoso mengatakan, Daihatsu bakal terus memacu aktivitas pemasaran digital. 

Upaya ini dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari diseminasi informasi melalui kanal-kanal digital seperti website, aplikasi, maupun akun resmi sosial media Astra Daihatsu hingga mengadakan customer gathering seperti Virtual Daihatsu Festival yang telah beberapa kali Daihatsu gelar pada tahun ini.

“Virtual event ini sangat efektif dalam meng-create leads/prospect (pembeli potensial) dan juga memberikan kontribusi yang signifikan untuk menjadi SPK (surat pesanan kendaraan) setiap bulannya di saat seperti ini,” terang Hendrayadi saat dihubungi Kontan.co.id pada Selasa (22/12).

Editor: Herlina Kartika Dewi