Pelanggan protes token listrik bermasalah, PLN: Maaf, jaringan komunikasi terganggu



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bukan hanya polemik lonjakan tagihan listrik, para pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga mempertanyakan pemblokiran saat hendak membayar tagihan maupun membeli token listrik prabayar.

Kejadian ini terekam di media sosial dalam sepekan terakhir. Di Twitter, misalnya, para pelanggan PLN mengaku sudah membeli token listrik, namun sama sekali tidak mendapatkan angka token sesuai nilai pembelian.

Baca Juga: Protes tagihan listrik melonjak 100%, warganet juga "serbu" akun Instagram PLN


Keluhan para pelanggan PLN selama seminggu terakhir merupakan respons atas postingan permohonan maaf perusahaan setrum negara tersebut per 1 Juni 2020.

Akun @pln_123 menyampaikan permohonan maaf atas kendala yang terjadi saat konsumen melakukan pembelian token listrik prabayar. Saat ini, secara bertahap kondisi sudah kembali normal," tulis @pln_123 pada 1 Juni 2020.

PLN menjelaskan ada gangguan pada sistem jaringan komunikasi yang menyebabkan proses pengiriman data token prabayar sebagian konsumen gagal terkirim.

Manajemen PLN juga menjelaskan kendala tersebut di website resminya. “PLN secepatnya memulihkan seluruh sistem dan mencari akar masalah agar tidak terulang dikemudian hari,” tutur Senior Executive Vice President Bisnis & Pelayanan Pelanggan PLN, Yuddy Setyo Wicaksono, dalam laman web.pln.co.id, per 1 Juni 2020.

Baca Juga: Pelanggan listrik PLN terkejut, tagihan listriknya melejit 100% lebih

Postingan permohonan maaf PLN di akun Twitter @pln_123 langsung "diserbu" warganet. Umumnya pelanggan mengeluh kesulitan membeli token. Bahkan mereka mengaku uang sudah keluar namun tidak mendapatkan token sesuai pembelian. 

Hingga hari ini (6/6) pukul 16:08 WIB, setidaknya postingan permintaan maaf PLN mendapatkan respons cukup banyak dari warganet. Ada 623 reply, 286 retweet dan 206 like.

Editor: Sandy Baskoro