Pelni patuhi aturan terkait pencegahan penyebaran virus corona di Maumere



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) menindaklanjuti pemberitaan yang menyatakan bahwa adanya pelarangan sandar pada salah satu kapalnya di Pelabuhan Maumere, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI (Persero) Yahya Kuncoro menyampaikan, PELNI mematuhi seluruh proses dan protokol kesehatan yang berlaku di Maumere, sehingga kapal KM Lambelu berhasil sandar pada Selasa malam (7/4) dengan baik dan aman.

Baca Juga: Kemenhub manfaatkan kapal tol laut untuk salurkan APD ke daerah pelosok


"Sebelumnya, saat kapal berlabuh, sesuai dengan arahan dan protokol Pemerintah Daerah setempat dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19, telah dilakukan pemeriksaan kesehatan (rapid test) terhadap 22 orang yang dipilih secara acak oleh petugas medis dari RSUD dr. T.C. Hillers Maumere. Pemeriksaan dilakukan di atas kapal," ungkap Yahya dalam siaran resmi, Rabu (08/4).

Yahya menjelaskan, hal tersebut dilakukan sebagai syarat dari Pemerintah Daerah agar kapal dapat masuk dan melakukan sandar di Pelabuhan. Sebagai informasi bahwa KM Lambelu telah sandar di Pelabuhan Lorens Say Maumere pada pukul 21.37 Wita.

Sesuai rencana, KM Lambelu akan kembali diberangkatkan menuju Makassar pada tengah malam nanti (7/3). Kapal kemudian akan melakukan portstay selama 14 hari di Makassar. "Dengan ini kami menginformasikan kepada masyarakat, demi kenyamanan dan keamanan bersama untuk sementara waktu kami menghentikan operasional KM Lambelu," tambahnya.

Selain itu, berkenaan dengan adanya enam orang penumpang yang terjun dari atas kapal akibat dilarangnya kapal untuk sandar, disampaikan Yahya bahwa seluruhnya berhasil diselamatkan dan saat ini dalam kondisi yang baik. Sebagai bentuk antisipasi, menurut Yahya, PELNI secara konsisten menjalankan pengukuran suhu tubuh bagi seluruh penumpang sebelum naik ke atas kapal. 

Baca Juga: Strategi Pertamina mengatur keuangan di tengah menguatnya tekanan akibat wabah corona

Editor: Handoyo .