Pembentukan komponen cadangan harus dibarengi dengan rencana strategis yang jelas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengamat Militer Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati meminta pemerintah merencanakan dengan matang rekrutmen atau pendaftaran komponen cadangan (komcad). Hal ini juga perlu dibarengi dengan adanya rencana strategis (renstra) yang jelas.

“Perlu diatur pasca pendidikan pelatihan harus ada renstra Komcad ini untuk apa,” ujar wanita yang kerap disapa Nuning ketika dihubungi, Minggu (24/1).

Seperti diketahui, pembentukan komponen cadangan merupakan salah satu poin yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2019 mengenai pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Ia menyebut, pembentukan komponen cadangan (Komcad) sesuai dengan UU ditujukan untuk memperkuat komponen utama Pertahanan Negara yakni TNI. Sebab itu, substansi PP tersebut butuh publikasi luas yang massive agar masyarakat dapat memahami dengan tepat.


Baca Juga: Jubir Kemenhan: Pendaftaran komponen cadangan mulai dibuka setelah terbit permenhan

Nuning menyebut, terdapat sejumlah pihak yang khawatir adanya Komcad ini akan muncul dinamika sosial baru yang justru akan mengganggu stabilitas keamanan. Ia menilai, kekhawatiran banyak pihak atas pembentukan Komcad lebih karena belum memahami sepenuhnya aturan yang berlaku.

“Komcad tidak akan menjadi tentara bayaran karena Komcad dibiayai sepenuhnya dengan APBN dan tunduk pada disiplin TNI. Komcad akan ditempa memiliki disiplin tinggi standar TNI untuk selalu membantu semua lapisan masyarakat,” ujar dia.

Nuning meminta pemerintah harus memperhatikan sejumlah hal untuk menghindari hal yang berdampak negatif atas pembentukan Komcad. Antara lain adanya test psikologi dalam rekruitmen Komcad agar tidak merekrut pihak yang berkepribadian preman atau hal lain yang menyimpang. Lebih daripada itu, penting hindari perekrutan pihak yang pernah terlibat organisasi radikal/intoleran.

Editor: Handoyo .