Pemerintah cari dana untuk menambal proyek tol Trans Sumatra, termasuk lewat utang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo meminta sejumlah menteri memutar otak mencari tambalan dana dalam proyek tol Trans Sumatra. Hal itu tengah dibahas bersama oleh Menteri BUMN, Menteri Keuangan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. 

Salah satunya adalah penerbitan utang. "Ada beberapa opsi beliau yang merumuskan. Apa mengeluarkan bond dengan jangka panjang dengan jaminan pemerintah," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono usai rapat terbatas, Selasa (7/7).

Baca Juga: Layanan gratis ongkir dari Lumbung Pangan Jatim sudah jangkau 19 daerah


Selain itu Basuki juga sempat menyampaikan opsi Sovereign Wealth Funds (SWF). SWF sendiri masih digodok oleh pemerintah yang nantinya akan menghimpun dana dari berbagai lembaga keuangan internasional.

Isu pendanaan memang menjadi masalah dalam menyambungkan jalan tol dari Lampung ke Aceh tersebut. Total panjang koridor utama atau backbone jalan tol Trans Sumatra mencapai 1.974 kilometer (km).

Selain backbone, tol Trans Sumatra juga akan membangun beberapa jalan pendukung seperti di Bengkulu, Padang, dan Sibolga. Total panjang jalan tol ditambah jalan pendukung mencapai 2.878 km. "Target kita ingin menyelesaikan 2024, kendala hanya satu pendanaan," terang Basuki.

Baca Juga: Jokowi minta penyelesaian kendala pembangunan tol Cisumdawu bersifat permanen

Basuki menerangkan saat ini 41% atau 1.194 km telah dalam proses konstruksi. Sementara sepanjang 393 km atau 14% telah beroperasi dan 45% atau sepanjang 1.291 km tahap persiapan.

Editor: Tendi Mahadi