JAKARTA. Para pemodal asing terus melancarkan aksi ambil untung alias profit taking di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selama empat hari berturut-turut, asing mencatatkan penjualan bersih atau net sell senilai Rp 2 triliun. Meski demikian, dalam sebulan terakhir, asing masih membukukan pembelian bersih atau net buy senilai Rp 12,51 triliun. Sejak awal tahun hingga kemarin atau year to date (ytd), investor asing sudah mengemas net buy senilai Rp 37,39 triliun. Analis Minna Padi Investama, Clement Hardjono menilai, aksi net sell asing masih cukup wajar. Apalagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah menanjak 16,14% (ytd). Di kawasan Asia Pasifik, IHSG mencatatkan kinerja terbaik kedua setelah indeks SET Thailand yang mencatatkan pertumbuhan 19,54% (ytd). “Net sell asing yang terjadi di BEI merupakan aksi profit taking yang wajar,” kata Clement.
Pemodal asing eksekusi profit taking
JAKARTA. Para pemodal asing terus melancarkan aksi ambil untung alias profit taking di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selama empat hari berturut-turut, asing mencatatkan penjualan bersih atau net sell senilai Rp 2 triliun. Meski demikian, dalam sebulan terakhir, asing masih membukukan pembelian bersih atau net buy senilai Rp 12,51 triliun. Sejak awal tahun hingga kemarin atau year to date (ytd), investor asing sudah mengemas net buy senilai Rp 37,39 triliun. Analis Minna Padi Investama, Clement Hardjono menilai, aksi net sell asing masih cukup wajar. Apalagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah menanjak 16,14% (ytd). Di kawasan Asia Pasifik, IHSG mencatatkan kinerja terbaik kedua setelah indeks SET Thailand yang mencatatkan pertumbuhan 19,54% (ytd). “Net sell asing yang terjadi di BEI merupakan aksi profit taking yang wajar,” kata Clement.