Penasaran dengan benih pertanian sejak masih remaja (2)



KONTAN.CO.ID - Menjadi anak petani membuat Harry Stine sangat akrab dengan dunia pertanian. Masa kecil dan remajanya dia habiskan di pertanian milik keluarganya. Hingga pada suatu saat ketika sudah dewasa, Stine diberikan mandat orangtuanya untuk meningkatkan produktivitas tanaman kedelai dan jagung di lahan mereka. Stine pun mulai mencari tahun tentang benih dan cara peningkatan produktivitas. Dari situ mata Stine mulai terbuka mengenai rekayasa genetika.

Kerajaan bisnis benih yang dimiliki Harry Stine berasal dari bisnis keluarga yang telah turun temurun. Mengutip laman resmi Stine Seed, pada 1871, buyut Stine bermigrasi ke daerah Iowa dari Pennsylvania dengan membuka 65 hektare (ha) lahan pertanian di wilayah tersebut.

Ayah Stine, Bill dan Roselba Stine kemudian meneruskan usaha keluarga dengan mendirikan perusahaan Stine Seed pada 1950. Stine kemudian lahir pada tahun 1942 di Iowa. Berasal dari keluarga petani membuat Stine muda begitu terpesona dengan benih. Apalagi ketika pada masa remaja, Stine banyak menghabiskan waktu di lahan pertanian milik keluarganya.


Pada masa remaja, Stine juga senang berburu jamur morel dan bermain tenis meja. Hal ini dilakukan sembari membatu ayah ibunya bekerja di ladang pertanian milik mereka.

Stine menuntaskan pendidikan sarjana di kampus McPherson College di Kansas. Selepas itu, Stine kemudian melanjutkan bisnis yang dirintis kedua orang tuanya di Iowa.

Saat itu, Stine diberi mandat oleh orangtuanya untuk melakukan penelitian guna meningkatkan produktivitas tanaman kedelai dan jagung milik keluarga. Didorong keingintahuan yang tinggi, kemudian Stine mencoba mengutak-atik dan mengambil sampel benih yang ada di ladang keluarga.

Editor: Tri Adi