Pendapatan dan laba turun, simak rekomendasi saham Merdeka Copper Gold (MDKA)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengalami tekanan sepanjang semester I-2021. Pada enam bulan pertama 2021, MDKA membukukan pendapatan senilai US$ 135,417 juta, menurun 31,8% dari pendapatan di semester I-2020 yang mencapai US$ 198,81 juta.

Alhasil, emiten pertambangan logam mineral ini membukukan laba bersih senilai US$ 5,86 juta, merosot 84,66% dari realisasi laba bersih MDKA di periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 38,26 juta.

Penurunan kinerja MDKA seiring dengan menurunnya penjualan emas sepanjang semester I-2021. “Kami melihat kemungkinan (penurunan ini) masih dikarenakan insiden heap leach pada tambang,” terang Analis MNC Sekuritas Catherina Vincentia kepada Kontan.co.id, Rabu (25/8).


Catherina mencatat, MDKA membukukan penurunan volume penjualan emas sebesar 49,62% secara year-on-year (YoY )menjadi 27.774 oz di semester I-2021.

Baca Juga: Harga saham turun sejak awal tahun, ini rekomendasi saham INKP dan TKIM

Capaian ini masih berada di bawah perkiraan MNC Sekuritas dan berada di bawah target produksi yang dipasang manajemen, yakni 100.000 Oz hingga 120.000 Oz tahun ini. Penurunan produksi ini karena adanya insiden tambang yang terjadi beberapa waktu silam.

Namun, penjualan tembaga meningkat secara signifikan yakni sebesar 306,38% YoY menjadi 3.312 metrik ton (MT). Meskipun demikian, capaian ini masih di bawah perkiraan yang dipasang MNC Sekuritas .

Catherina melihat bahwa kenaikan kontribusi tembaga terhadap pendapatan akan membantu menyesuaikan penurunan penjualan segmen emas . Hal ini mengingat adanya kenaikan pada harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) tembaga hingga 91% di semester I-2021.

Prospek tembaga pun masih cukup baik. Tembaga merupakan salah satu komoditas unggulan yang menjadi tolak ukur siklus super (super cycle) komoditas. 

Baca Juga: Intip rekomendasi saham XL Axiata (EXCL) dari Henan Putihrai Sekuritas

Sama seperti nikel, tembaga juga merupakan komoditas yang diunggulkan di masa depan seiring meningkatnya permintaan untuk komponen kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) serta pembangkit listrik dengan energi terbarukan. Sementara itu, pasokan dan persediaan tembaga terus menipis.

China yang merupakan salah satu konsumen utama dan importir tembaga telah memutuskan hubungan dengan Australia. Dus, permintaan tembaga harus dipenuhi dari tempat lain.

 
MDKA Chart by TradingView

Editor: Tendi Mahadi