Pendapatan LTLS tahun ini diperkirakan bisa turun 20%, ini alasannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja pendapatan PT Lautan Luas Tbk diperkirakan tidak akan sebaik tahun sebelumnya. Hingga tutup tahun nanti, emiten bahan kimia berkode saham LTLS ini memproyeksi berpotensi mencatatkan penurunan pendapatan hingga sebesar 20% bila dibandingkan realisasi pendapatan tahun lalu. 

Sedikit kilas balik, sepanjang tahun 2019 lalu pendapatan LTLS tercatat sebesar Rp 6,53 triliun. Dus, hitungan Kontan.co.id, pendapatan LTLS diperkirakan hanya mencapai sekitar Rp 5,22 triliun hingga tutup tahun nanti.

Baca Juga: Analis Jasa Utama Capital rekomendasikan buy saham Fast Food (FAST), ini alasannya


Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan LTLS, Joshua Asali menjelaskan, potensi penurunan pendapatan berdasar pada asumsi pelemahan ekonomi akibat efek gulir dari pandemi corona (covid-19). Hal ini pada gilirannya akan berdampak pada daya beli customer yang selama ini membeli produk-produk perusahaan.

Imbas dari pandemi corona sendiri sebenarnya sudah mulai dirasakan oleh LTLS di tiga bulan pertama. Hal ini tercermin dari capaian kinerja perusahaan di kuartal I 2020.

Mengintip laporan keuangan interim perusahaan, pendapatan LTLS merosot 13,81% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari semula Rp 1,80 triliun pada kuartal I 2019  menjadi Rp 1,55 triliun di kuartal I 2020. 

Kalau dirinci lebih lanjut, penurunan pada semua segmen operasi perusahaan, meski dengan tingkat penurunan yang berbeda. Penurunan paling dalam dijumpai pada segmen distribusi. Melansir laporan keuangan interim perusahaan, pendapatan sebelum dikurangi eliminasi alias pendapatan bruto segmen distribusi menyusut  25,65% yoy menjadi Rp 858,15 miliar di kuartal I 2020.

Baca Juga: XL Axiata (EXCL) bersinergi dengan penyedia layanan OTT, begini bentuknya

Berikutnya, pendapatan bruto segmen jasa juga tercatat mengalami penurunan sebesar 15,27% yoy menjadi Rp 116,88 miliar di kuartal I 2020. Sementara  itu, segmen manufaktur hanya turun tipis 0,57% yoy menjadi Rp 744,57 miliar di kuartal I 2020.

Editor: Tendi Mahadi