Peneliti menemukan bahwa virus corona bisa bertahan di masker selama seminggu



KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Virus corona yang menyebabkan Covid-19 dapat menempel pada baja stainless dan permukaan plastik hingga empat hari. Tak cuma itu, virus ini juga bisa menempel ke lapisan luar masker wajah selama seminggu.

Teman tersebut adalah hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Hong Kong (HKU). Tim juga menemukan bahwa disinfektan rumah tangga biasa, termasuk pemutih, efektif dalam membunuh virus.

Baca Juga: Gara-gara corona, nyaris setengah juta perusahaan di China gulung tikar


Laporan tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet pada hari Kamis, menambah pertumbuhan penelitian tentang stabilitas Sars-CoV-2 dan apa yang dapat dilakukan untuk mencegah penularannya.

"Sars-CoV-2 bisa sangat stabil di lingkungan yang menguntungkan, tetapi juga rentan terhadap metode desinfeksi standar," kata para peneliti seperti dikutip South China Morning Post.

Para peneliti menguji berapa lama virus bisa tetap menular pada suhu kamar di berbagai permukaan. Pada kertas tisu virus ini bisa bertahan kurang dari tiga jam, sedangkan pada kayu dan kain akan menghilang pada hari kedua.

Pada gelas dan uang kertas, virus itu masih terlihat pada hari kedua, tetapi hilang pada hari keempat, sedangkan pada stainless steel dan plastik, virus ini bisa bertahan hingga tujuh hari.

Baca Juga: Ilmuwan Australia klaim obat anti parasit Ivermectin bisa bunuh corona dalam 48 jam

Para peneliti mengatakan bahwa secara mengejutkan masih ada tingkat infeksi yang terdeteksi pada lapisan luar masker wajah setelah tujuh hari. "Inilah sebabnya mengapa sangat penting jika Anda mengenakan masker bedah, Anda tidak menyentuh bagian luar masker," kata peneliti.

Editor: Tendi Mahadi