Pengamat: Dampak new normal ke pasar modal masih sulit diperkirakan



KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Mulai pekan ini, Indonesia akan menjalankan situasi new normal secara bertahap. Pemerintah mulai memberi izin perkantoran beroperasi kembali, dan kemudian disusul oleh sekolah dan pusat perbelanjaan. 

Padahal di satu sisi, jumlah kasus persebaran virus corona belum mampu ditekan secara penuh oleh pemerintah.

Memasuki era baru ini, pasar modal yang selama ini menjadi salah satu tolak ukur ekonomi Indonesia juga bakal berdampak. Tetapi Head of Investment Avrist Asset Management Farash Farich mengaku belum dapat memperhitungkan pengaruh new normal tersebut terhadap pasar modal. 


Baca Juga: Masuk era new normal, begini saran racikan investasi pilihan para manajer investasi

Pasalnya, ada yang berpendapat positif karena diharapkan profitabilitas emiten akan bisa berangsur-angsur membaik jika perekonomian kembali dibuka. Tetapi yang kontra pun melihat kebijakan ini bagai pedang bermata dua karena bisa kembali mengerek jumlah kasus positif virus corona baru. 

“Sehingga pada akhirnya pergerakan pasar yang lebih sustainable akan terjadi ketika persebaran virus corona ini sudah mulai berakhir. Sebelum itu, pasar masih akan volatil dan sulit diprediksi,” kata dia kepada Kontan.co.id, Senin (25/5).

Editor: Anna Suci Perwitasari