Pentagon: Balon Mata-Mata China Terbang di Atas Amerika Serikat



KONTAN.CO.ID -  WASHINGTON. Sebuah balon mata-mata China telah terbang di atas Amerika Serikat (AS) selama beberapa hari. Hal itu dikatakan pejabat AS pada hari Kamis (2/3). Balon mata-mata itu diterbakan hanya beberapa hari menjelang rencana perjalanan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken ke Beijing.

Jet tempur telah disiagakan untuk merespons tetapi para pemimpin militer menasihati Presiden AS Joe Biden agar tidak menembak balon tersebut di langit karena takut puing-puingnya dapat menimbulkan ancaman keselamatan. Saran tersebut diterima Biden.

Amerika Serikat mengambil "hak asuh" balon ketika memasuki wilayah udara AS dan telah mengamatinya dengan pesawat militer AS yang diujicobakan, salah satu pejabat mengatakan kepada wartawan tanpa menyebut nama.


Baca Juga: Pasukan Rusia Menumpuk di Perbatasan, Ukraina Khawatir Serangan Besar-besaran Terjadi

Secara terpisah, kementerian pertahanan Kanada mengatakan "balon pengintai ketinggian tinggi" terdeteksi dan sedang memantau "potensi insiden kedua", tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Pejabat Kanada menambahkan bahwa pihaknya sering melakukan kontak dengan Amerika Serikat.

Berita itu awalnya tersiar ketika Direktur CIA William Burns berbicara di sebuah acara di Universitas Georgetown Washington, di mana dia menyebut China sebagai tantangan geopolitik terbesar yang dihadapi Amerika Serikat. 

"Pemerintah Amerika Serikat telah mendeteksi dan melacak balon pengintai ketinggian tinggi yang berada di atas benua Amerika Serikat saat ini," kata juru bicara Pentagon Brigadir Jenderal Patrick Ryder kepada wartawan. 

"Balon saat ini terbang di ketinggian jauh di atas lalu lintas udara komersial dan tidak menimbulkan ancaman militer atau fisik bagi orang-orang di darat," ucapnya

Baca Juga: Impor Minyak Kedelai & Matahari Meningkat, Impor CPO India Merosot 31% di Januari

Juru bicara kementerian luar negeri China Mao Ning mengatakan Beijing sedang memverifikasi situasi tersebut.

"Saya ingin menekankan bahwa sampai fakta-fakta diklarifikasi, spekulasi dan hype tidak akan membantu penyelesaian yang tepat dari masalah ini," katanya dalam pengarahan harian rutin di Beijing pada hari Jumat. Ia menambahkan bahwa China mematuhi hukum internasional.

"China tidak berniat melanggar wilayah darat dan wilayah udara negara berdaulat mana pun," kata Mao.

Pejabat AS mengatakan mereka mengangkat masalah ini dengan rekan-rekan China mereka melalui saluran diplomatik. "Kami telah menyampaikan kepada mereka keseriusan kami menangani masalah ini," kata seorang pejabat AS.

Editor: Noverius Laoli