Penumpang Pesawat 3 Kali Lebih Mungkin Tertular Covid-19 Akibat Varian Omicron



KONTAN.CO.ID - MONTREAL. Penumpang pesawat dua kali atau bahkan tiga kali lebih mungkin tertular Covid-19 selama penerbangan sejak munculnya varian Omicron. 

Melansir The Straits Times, jenis baru ini sangat mudah menular dan telah menjadi dominan dalam hitungan minggu. Sebagai bukti, varian Omicron terhitung lebih dari 70% dari semua kasus baru di AS saja.

Omicron menyebar dengan cepat seiring lebih banyak pelancong yang terbang untuk liburan akhir tahun dan kumpul-kumpul keluarga. 


Menurut Dr David Powell, dokter dan penasihat medis Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), yang mewakili hampir 300 maskapai di seluruh dunia, kelas bisnis mungkin lebih aman daripada kabin ekonomi yang lebih padat.

Dia menambahkan, seperti sebelumnya, penumpang harus menghindari kontak tatap muka dan permukaan yang sering disentuh, dan orang yang duduk berdekatan harus berusaha untuk tidak membuka masker pada saat yang bersamaan saat makan.

Baca Juga: Resmi Berlaku, Berikut Aturan Perjalanan Terbaru di Bandara Soekarno-Hatta

"Risiko tertular mungkin meningkat, sama seperti risiko pergi ke supermarket atau naik bus yang juga meningkat," kata Dr Powell, mantan kepala petugas medis di Air New Zealand, yang berbicara kepada Bloomberg News, Selasa (21/12/2021) tentang terbang selama pandemi.

Berikut tanya jawab terkait varian Omicron dengan Dr Powell seperti yang dikutip dari The Straits Times:

Apa saja risiko infeksi selama penerbangan?

Apa pun risikonya dengan Delta, kita harus menganggap risiko Omicron dua hingga tiga kali lebih besar, seperti yang telah kita lihat di lingkungan lain. Apa pun risiko rendah itu - kami tidak tahu apa itu - di pesawat, kewaspadaan harus ditingkatkan dengan jumlah yang sama.

Baca Juga: Indonesia Diprediksi Sudah Masuk Fase Endemi Covid-19 Tahun Depan

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie