Penurunan biaya dana di 2021 tak akan semasif tahun lalu, ini sebabnya menurut bankir



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun lalu membuat kondisi likuiditas perbankan menebal. Bersamaan dengan hal itu, laju biaya dana pun menjadi semakin menciut lantaran bunga dana yang terus menurun sesuai dengan kebijakan Bank Indonesia (BI) selama pandemi. 

Hal ini praktis membuat perbankan semakin efisien dalam mengelola cost of fund (CoF) sepanjang tahun lalu. Apalagi, tahun lalu sebagian besar bank lebih fokus menjajal dana ritel terutama dana murah alias current account and saving account (CASA). 

Hal ini terbukti dari menurunnya tingkat CoF perbankan. Data Survei Perbankan yang dirilis BI menunjukkan posisi CoF rupiah perbankan di akhir kuartal IV-2020 lalu ada di level 4,7%. Posisi itu turun drastis dari periode setahun sebelumnya yang sempat berada di posisi 5,87%. 


Bahkan, angka tersebut juga jauh lebih rendah dibandingkan perkiraan BI yang memprediksi CoF ada di kisaran 5,21%. Melihat kondisi itu, BI dalam surveinya memperkirakan CoF di kuartal I 2021 tidak akan bergerak banyak alias stabil di 4,71%. 

Beberapa bankir yang dihubungi Kontan.co.id sepakat mengatakan, tingkat penurunan CoF di tahun 2021 tidak akan semasif 2020 lalu. 

Baca Juga: Beberapa bank pasang target pertumbuhan kredit lebih rendah dari target OJK

Ambil contoh, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) yang menyebut CoF Dana Pihak Ketiga (DPK) di tahun 2020 ada di level 4,79%. 

Menurut Direktur Distribution and Retail Funding BTN Jasmin, angka itu sebenarnya sudah menurun drastis dalam beberapa bulan terakhir. 

Pada September 2020, CoF BTN ada di kisaran 5,56%. Bila menarik benang merah, secara total CoF BTN sudah turun lebih dari 70 basis poin (bps) dalam kurun waktu 12 bulan. 

Walau tahun ini diprediksi tidak akan turun sebesar tahun lalu, Jasmin mengatakan pihaknya telah menyiapkan sederet inisiatif untuk mendorong efisiensi biaya. Utamanya dengan meningkatkan CASA. 

"Likuiditas akan kita jaga dengan baik dan sesuaikan juga dengan pertumbuhan kredit. Sedangkan transaksi, akan terus kita dorong supaya CASA dan fee based income bisa tumbuh signifikan," jelasnya, Rabu (20/1). 

Bank bersandi bursa BBTN ini memproyeksi CoF DPK di tahun 2021 setidaknya bisa ditekan hingga ke level 4,38%. 

Sementara itu, Direktur PT Bank Woori Saudara Tbk Sadhana Priatmadja menjelaskan tahun ini upaya menurunkan biaya dana akan lebih berat. Sebab, sejatinya rata-rata bunga DPK terutama deposito saat ini sudah diturunkan mengikuti laju bunga penjaminan LPS dan BI. 

Editor: Herlina Kartika Dewi