Penyaluran Pembiayaan Multifinance Perlahan Mulai Pulih



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah pemulihan ekonomi, penyaluran pembiayaan multifinance perlahan mulai pulih. Untuk menopang hal tersebut, beberapa perusahaan multifinance pun gencar mencari pendanaan baik dari pinjaman bank maupun surat utang.

Terbaru, ada PT Buana Finance Tbk yang baru saja mendapat fasilitas kredit dengan PT Bank BTPN Tbk senilai Rp 250 miliar dengan tenor 48 bulan. Adapun, penandatanganan kerjasama tersebut telah dilakukan pada 28 Desember lalu.

“Fasilitas pinjaman akan digunakan untuk keperluan modal kerja perseroan yaitu pemberian kredit consumer finance dan financial lease dan dijamin dengan piutang perseroan,” ujar Corporate Secretary Buana Finance Ahmad Khaetami dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Kamis (30/12).


Sekadar informasi, kinerja pendapatan Buana Finance masih terkoreksi pada kuartal III kemarin sebesar 22,64% yoy menjadi Rp 408,31 miliar. Sebagai perbandingan, di periode sama sebelumnya pendapatan perusahaan sebesar Rp 527,82 miliar.

Baca Juga: Dana Tunai Multifinance Masih Terus Menurun

Sementara itu, Clipan Finance pun menyatakan bahwa pendanaan untuk perusahaan yang ditargetkan Rp 6 triliun di tahun depan sudah terbilang aman. Adapun dana-dana tersebut berasal dari joint financing dari bank Panin Rp 4 triliun, pinjaman bilateral Rp 200 miliar, pinjaman sindikasi dari 3 bank senilai Rp 700 miliar, dan beberapa pinjaman money market jangka pendek.

“Oleh karenanya, kami tahun 2022 belum ada rencana Obligasi karena sumber dana masih sangat cukup,” ujar Direktur Utama Clipan Finance Harjanto Tjitohardjojo.

Sementara itu, Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila pun mengatakan bahwa salah satu pendanaan Adira Finance di tahun depan didapatkan dari obligasi. Biasanya, setiap tahun Adira Finance berencana untuk menerbitkan obligasi sekitar 1–2 kali. “Namun akan disesuaikan dengan kondisi bisnis dan kebutuhan Perusahaan,” ujar Made.

Editor: Handoyo .