Penyebab pembiayaan alat berat multifinance turun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakstabilan ekonomi global turut mengganggu bisnis pembiayaan di pasar domestik. Tertekannya harga batubara, minyak kelapa sawit (CPO) serta wabah virus corona berimbas pada penurunan pembiayaan industri multifinance.

Salah satunya adalah pembiayaan alat berat yang menunjukkan tren penurunan sejak tahun lalu.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sampai Januari 2020, pembiayaan alat berat multifinance anjlok 6,83% menjadi Rp 35,30 triliun. Padahal Januari 2019 masih sebesar Rp 37,89 triliun.


Kondisi tersebut juga dirasakan sejumlah pemain. PT Buana Finance Tbk mencatatkan penurunan pembiayaan alat berat per Februari 2020.

Baca Juga: Bekas kamp pengungsi Vietnam di Batam akan dibangun fasilitas observasi virus corona

Sekretaris Perusahaan Buana Finance Ahmad Kaetami membenarkan, ada ketidakpastian ekonomi global seperti perang dagang Amerika Serikat (AS) – China memengaruhi penurunan permintaan alat berat di sektor pertambangan.

“Dibandingkan tahun 2019 dengan pencapaian Februari 2020 memang ada tren penurunan karena ekonomi global yang masih belum stabil,” kata Ahmad kepada Kontan.co.id, Selasa (10/3).

Meski demikian, ia yakin pembiayaan alat berat masih cerah tahun ini. Buana Finance menargetkan pembiayaan alat berat sebesar Rp 1 triliun, atau sama dengan realisasi tahun lalu. Target tersebut masih ditinjau ulang pada kuartal I 2020.

Baca Juga: Speed boat Paspampres tabrakan di Palangkaraya, Dandim hilang

Mengantisipasi penurunan, perusahaan akan gencar menjaring kerja sama dengan patner bisnis, peningkatan sumber daya manusia (SDM), mengeluarkan produk baru serta meningkatkan layanan ke pelanggan dan mengembangkan teknologi informasi (IT).

“Buana juga sudah menjalankan produk dan kerja sama baru dengan pemasok sehingga cukup membantu dalam pencapaian target,” tambahnya.

Editor: Noverius Laoli