Perang dagang dengan AS, China ingin resolusi yang tenang dan rasional



KONTAN.CO.ID - BEIJING. Wakil Menteri Perdagangan China Wang Shouwen mengatakan, China berharap Beijing dan Washington akan menyelesaikan perselisihan (dispute) dengan tenang dan rasional. Pernyataan ini diungkapkan Shouwen menjelang perundingan kedua belah pihak pada Oktober 2019.

Reuters memberitakan, Amerika Serikat dan China telah terkunci dalam perang dagang yang semakin meningkat selama lebih dari setahun. Kedua belah pihak telah menetapkan kenaikan tarif atas produksi satu sama lain senilai ratusan miliar dolar, yang mengguncang pasar keuangan dan mengancam pertumbuhan global.

Putaran baru mengenai rencana perundingan tingkat tinggi antara dua ekonomi terbesar dunia diperkirakan akan berlangsung di Washington pada 10-11 Oktober. Pihak China rencananya akan dipimpin oleh penasihat ekonomi utama Presiden Xi Jinping, Wakil Perdana Menteri Liu He.


Baca Juga: Nyala api baru perang dagang, Nasdaq memperketat aturan IPO perusahaan kecil China

Wang, yang telah menjadi bagian dari tim negosiasi China dengan Amerika Serikat, dalam konferensi pers mengatakan bahwa Liu akan pergi ke Washington untuk berunding seminggu setelah liburan Hari Nasional China, yang berakhir pada 7 Oktober.

Dia berharap kedua belah pihak akan menemukan cara untuk menyelesaikan perbedaan mereka. “Kami percaya ini akan bermanfaat bagi masyarakat dan dunia,” tambahnya.

Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan taktik tekanan finansial baru yang radikal di Beijing, termasuk kemungkinan menghapus (delisting) perusahaan-perusahaan China dari bursa saham AS.

Baca Juga: Dikhawatirkan bahayakan keamanan AS, kongres minta akses telepon Trump dan Putin

Sumber Reuters pada Jumat lalu membisikkan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya AS untuk membatasi investasi Amerika kepada perusahaan China.

Sementara, China membalas kritik AS tentang kurangnya akses pasar bagi perusahaan AS, transfer teknologi paksa, dan buruknya perlindungan terhadap kekayaan intelektual.

Wang menegaskan, China akan membuka lebih banyak sektor ekonomi bagi investor asing, dan kebijakannya melindungi hak-hak perusahaan asing di negara itu tidak akan berubah.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zhong Shan mengatakan dalam konferensi pers di Beijing bahwa perusahaan-perusahaan China menghadapi banyak kesulitan karena gesekan perdagangan yang katanya merupakan tantangan perdagangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ke negara itu.

Baca Juga: Xi Jinping akan tunjukan kepada dunia bahwa ini era kepemimpinan China

China akan memperluas impor, dan mengeluarkan kebijakan untuk menstabilkan perdagangan sehingga menghasilkan hasil positif. Namun, dia tidak menjelaskan detil mengenai hal tersebut.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie