KONTAN.CO.ID - Badan-badan intelijen Amerika Serikat sedang mengkaji bagaimana Iran akan merespons jika Presiden Donald Trump mendeklarasikan kemenangan sepihak dalam perang yang telah berlangsung dua bulan, menewaskan ribuan orang, dan kini menjadi beban politik bagi Gedung Putih. Hal tersebut diungkapkan oleh dua pejabat AS dan satu sumber yang mengetahui hal tersebut. Reuters melaporkan, komunitas intelijen AS menganalisis pertanyaan tersebut bersama sejumlah skenario lain atas permintaan pejabat senior pemerintahan. Tujuannya adalah memahami dampak jika Trump memilih menarik diri dari konflik yang dikhawatirkan sebagian pejabat dan penasihat dapat memicu kekalahan besar Partai Republik dalam pemilu paruh waktu (midterm elections) akhir tahun ini. Meski belum ada keputusan yang dibuat, dan Trump sewaktu-waktu bisa kembali meningkatkan operasi militer, de-eskalasi cepat bisa meredakan tekanan politik terhadap Trump. Namun, langkah itu juga berisiko meninggalkan Iran dalam posisi lebih berani, yang pada akhirnya bisa membangun kembali program nuklir dan rudal serta mengancam sekutu AS di kawasan.
Perang Iran Jadi Beban Politik, Trump Dikabarkan Cari Jalan Keluar
KONTAN.CO.ID - Badan-badan intelijen Amerika Serikat sedang mengkaji bagaimana Iran akan merespons jika Presiden Donald Trump mendeklarasikan kemenangan sepihak dalam perang yang telah berlangsung dua bulan, menewaskan ribuan orang, dan kini menjadi beban politik bagi Gedung Putih. Hal tersebut diungkapkan oleh dua pejabat AS dan satu sumber yang mengetahui hal tersebut. Reuters melaporkan, komunitas intelijen AS menganalisis pertanyaan tersebut bersama sejumlah skenario lain atas permintaan pejabat senior pemerintahan. Tujuannya adalah memahami dampak jika Trump memilih menarik diri dari konflik yang dikhawatirkan sebagian pejabat dan penasihat dapat memicu kekalahan besar Partai Republik dalam pemilu paruh waktu (midterm elections) akhir tahun ini. Meski belum ada keputusan yang dibuat, dan Trump sewaktu-waktu bisa kembali meningkatkan operasi militer, de-eskalasi cepat bisa meredakan tekanan politik terhadap Trump. Namun, langkah itu juga berisiko meninggalkan Iran dalam posisi lebih berani, yang pada akhirnya bisa membangun kembali program nuklir dan rudal serta mengancam sekutu AS di kawasan.
TAG: