Perbankan makin matang menjaga rasio NPL di segmen KPR



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Melihat kondisi ekonomi yang masih bergejolak, industri perbankan semakin berhati-hati dalam menyalurkan kredit. Tidak terkecuali untuk kredit pemilikan rumah (KPR). Beberapa bank pemain KPR mengaku akan tetap ekspansif memberikan kredit perumahan, namun di sisi lain mitigasi risiko menjadi hal fokus utama dalam mendorong pertumbuhan di tahun depan.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) misalnya sebagai penguasa pasar KPR menyatakan total non performing loan (NPL) KPR BTN tercatat sebesar 2,1% per awal kuartal IV-2019.  Direktur Collection, Aset Management Bank BTN Elisabeth Novie mengatakan posisi tersebut masih dalam level yang rendah. Trennya dalam beberapa waktu terakhir terus menurun.

"Karena kami mayoritas di KPR non subsidi, risikonya ada tapi masih relatif rendah," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Selasa (10/12). 


Baca Juga: Dari NPL hingga PSAK 71, ini tantangan bisnis bank di tahun depan versi ekonom

Ia juga mengatakan, dominasi KPR BTN saat ini merupakan KPR subsidi dengan ticket size atau harga rumah di bawah Rp 350 juta. Sementara untuk KPR non subsidi, bank bersandi bursa BBTN ini juga tak menyasar ticket size yang terlalu tinggi.

Lewat cara tersebut, Novie optimistis NPL KPR maupun KPR BTN secara keseluruhan akan melandai di tahun 2020. 

Saat ini total NPL BTN ada di level 3,54% per September 2019. BTN menyebut di tahun depan NPL dipastikan ada di bawah 3%. "Kalau tahun ini mungkin masih akan di sekitar 3%," terangnya.

Salah satu persiapan yang dilakukan BTN yakni dengan memupuk pencadangan lebih besar dan diperkirakan rasio pencadangan bisa tembus 130% di akhir 2020. Di penghujung tahun 2019 coverage ratio minimal sebesar 70%. 

"NPL kami mayoritas di konstruksi dan beberapa di KPR non subsidi, kalau KPR subsidi rendah sekali," jelasnya.

Editor: Herlina Kartika Dewi