Permintaan kredit korporasi mulai naik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Permintaan kredit korporasi tetap masih ada meskipun saat ini kebanyakan bank lebih fokus menyalurkan kredit pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama bank yang memperoleh penempatan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

PT Bank Permata Tbk (BNLI) misalnya baru saja meneken perjanjian fasilitas kredit dengan PT XL Axiata Tbk (EXCL) sebesar Rp 1,5 triliun pada 25 September 2020 lalu.

Fasilitas kredit tersebut memiliki jangka waktu lima tahun. Kredit tersebut akan digunakan XL  untuk pengadaan barang modal, investasi, pembiayaan kembali pinjaman bank/obligasi, dan/atau pembayaran kewajiban umum lainnya.


Darwin Wibowo, Direktur Wholesale Banking Bank Permata mengatakan, pihaknya akan terus berupaya mengembangkan bisnis korporasi yang telah berjalan.

Perseroan saat ini masih menghadapi adanya permintaan kredit korporasi. "Selain XL, pastinya ada beberapa perusahaan lain yang kita jajaki," katanya pada Kontan.co.id, Sabtu (27/9).

Baca Juga: POJK 11 bakal diperpanjang? Begini kata bankir dan ekonom

Meski penjajakan kredit segmen wholesale masih ada, Bank Permata tidak memberikan target pertumbuhan kredit korporasi yang akan dikejar perseroan tahun ini.

Permintaan kredit korporasi di Bank BNI juga mulai meningkat pada bulan Agustus. Sekretaris Perusahaan BNI Melly Meiliana bilang, pihaknya terus berkomitmen menyalurkan kredit untuk mendukung program  pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi virus corona.

"Sektor korporasi memang kami harapkan akan menjadi salah satu  penopang disamping UMKM," katanya.

Di tengah pandemi ini, BNI akan berupaya mengejar pertumbuhan kredit secara selektif dan prundent pada segmen korporasi. Tahun ini, perseroan akan memprioritaskan penyaluran kredit korporasi pada perusahaan berorientasi ekspor, pada karya, dan ketahanan pangan.

Meli menambahkan, dalam menyalurkan kredit korporasi, BNI tidak hanya terpaku pada salah satu sektor. Namun, penyalurannya akan tergantung pada kondisi masing-masing debitur.

Editor: Yudho Winarto