Pertamina menyiapkan US$ 150 juta untuk akuisisi blok migas yang sudah produksi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) melanjutkan rencana merger dan akuisisi (M&A) blok minyak dan gas bumi (migas). Untuk mendukung langkah tersebut, perusahaan minyak pelat merah ini menganggarkan dana sekitar US$ 150 juta dalam belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2020.

Vice President Corporate Communications Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, M&A merupakan bagian dari strategi pengembangan hulu Pertamina secara anorganik. "Sesuai dengan strategi growth dari Pertamina, M&A merupakan bagiannya. Untuk itu Pertamina telah menganggarkan untuk M&A sebesar angka tersebut (US$ 150 juta)," katanya saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (15/12).

Baca Juga: Kurangi impor LPG, Pertamina-PTBA hitung harga produk DME dari gasifikasi batubara


Adapun, pada tahun depan Pertamina menganggarkan capex sebesar US$ 3,72 miliar untuk menggarap sektor hulu migas. Jumlah itu setara dengan 60% dari total investasi Pertamina tahun 2020.

Dari investasi hulu itu, sebesar US$ 3,57 miliar akan dikucurkan untuk pengembangan bisnis hulu migas dari aset yang telah dimiliki Pertamina alias secara organik. Sementara sebesar US$ 150 juta untuk pengembangan hulu migas secara anorganik.

Baca Juga: PLN akan akan mengevaluasi 50 anak dan cucu usaha

Sayangnya, Fajriyah masih enggan untuk menyebutkan blok migas mana yang sedang dibidik, maupun kapan M&A itu akan direalisasikan. "Detail tidak dapat kami share," imbuhnya.

Hanya saja, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati memberikan gambaran mengenai rencana akuisisi ini. Nicke mengatakan, pihaknya ingin melakukan akuisisi blok migas di luar negeri.

Editor: Wahyu T.Rahmawati