Pertamina optimistis hadirkan BBM satu harga di 83 titik wilayah 3T pada tahun ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi menggerakkan roda perekonomian bangsa, melalui implementasi mandat dari pemerintah terkait program BBM Satu Harga di tahun 2020. Di tahun ini, Pertamina optimistis mampu mencapai target pemerintah untuk merealisasikan BBM Satu Harga di 83 titik wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan, melalui program BBM Satu Harga, Pertamina membangun lembaga penyalur resmi di wilayah terpencil untuk dapat menyediakan produk Premium dan Solar sesuai harga yang diatur oleh pemerintah atau sama dengan yang dinikmati oleh masyarakat di kota besar.

Dengan harga BBM yang lebih terjangkau, harapannya akan berdampak pada penurunan biaya transportasi dan operasional. Hal ini kemudian dapat mendorong peningkatan perekonomian masyarakat setempat serta berpengaruh pada harga-harga kebutuhan pokok.


Baca Juga: Kini milenial bisa jadi bos di Pertamina dan anak usaha, ini caranya

"Program ini merupakan wujud komitmen Pertamina untuk turut serta memajukan perekonomian masyarakat melalui peran strategis perusahaan dalam menyediakan energi di seluruh wilayah tanah air sesuai dengan prinsip availability, accessibility, affordability, acceptability, dan sustainaibility," imbuh Fajriyah dalam siaran pers yang diterima Kontan, Selasa (11/8).

Fajriyah menegaskan, dalam mengemban tugas tersebut, Pertamina tidak hanya mempertimbangkan aspek keuntungan semata, melainkan juga bentuk pelayanan untuk negeri.

Meskipun banyak menghadapi tantangan yang tidak ringan, baik pada saat proses pembangunan maupun saat operasi lembaga penyalur, namun Pertamina pantang menyerah untuk terus memastikan seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati jangkauan energi dengan kualitas dan harga yang sama.

Oleh karena itu, Pertamina yakin dapat mencapai target tersebut dengan berkaca pada pencapaian tahun lalu.

Editor: Anna Suci Perwitasari