Perusahaan asuransi tetap merilis produk baru di tengah pandemi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi. Tak heran, para pelaku industri asuransi jiwa merilis asuransi baru terutama produk tradisional dibandingkan untilink.

Berdasarkan data Infovesta Utama, kinerja unitlink tertekan akibat pandemi Covid-19. Rata-rata return unitlink campuran masih minus 8,56% secara year to date (ytd).

Kinerja unitlink saham lebih parah, dengan mencatatkan return minus 18,94% ytd. Sementara imbal hasil unitlink pendapatan tetap berhasil bertengger di area positif dengan mencetak return 3,21% ytd.


Kendati demikian, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia tetap merilis asuransi berbalut investasi alias unitlink GENSmart. Chief Executive Officer Generali Edy Tuhirman menyatakan hal saat ini merupakan momentum yang paling tepat masuk berinvestasi lewat untilink.

Baca Juga: Ada pandemi, Generali Indonesia bukukan pertumbuhan laba 19% hingga September 2020

“Kita lihat saat ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ada di 5.000-an. Ini saat yang baik untuk kita masuk. Karena kita tahu asuransi ini bukan untuk jangka pendek, tapi untuk jangka panjang. Ingat, indeks kita bisa sampai 6.300,” jelas Edy dalam konferensi virtual pada Rabu (21/10).

Edy mengaku mengambil langkah berani lantaran kinerja unitlink Generali didukung oleh fitur RoboARMS. Fitur ini mampu mengubah alokasi investasi nasabah secara otomatis sesuai dengan kondisi pasar dan profil risiko nasabah.

Di tengah kondisi volatilitas pasar, RoboARMS mampu mengelola nilai investasi ketika pasar turun juga memastikan nasabah bisa menikmati kenaikan nilai secara optimal ketika pasar rebound. “Agar nasabah tidak rugi? Tentunya RoboARMS ini sangat transparan, pemegang polis bisa menentukan alokasikan investasi. Kami tidak boleh menjamin keuntungan dari unitlink,” tambah Edy.

Baca Juga: Meski pandemi, Chubb Life Indonesia meningkatkan perekrutan agen baru hingga 268%

Editor: Wahyu T.Rahmawati